Koarmada I Tangkap 3 Kapal Vietnam Pencuri Ikan di Laut Natuna
23 Maret 2019
Pangkoarmada I Laksamana Muda Yudo Margono meninjau armada serta awak kapal nelayan Vietnam di Dermaga Batu Hitam Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (23/3/2019). (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Komando Armada I TNI AL mengamankan 3 kapal vietnam yang diduga melakukan penangkapan ikan secara ilegal (ilegal fishing) di perairan Natuna. 

Pangkoramada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono, di Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I Tanjungpinang, Sabtu (23/3/2019) sore menjelaskan, ketiga kapal ikan Vietnam tersebut diamankan secara terpisah. 

Rabu (20/3/2019) sekitar pukul 05.00 WIB, KRI Tarakan-905 mengamankan dua kapal ikan Vietnam di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEEI) Natuna Utara. Kedua kapal masing-masing  BV 4724 TS, berkapasitas 80 GT tanpa muatan, dengan jumlah ABK 10 orang warga Vietnam dan BV 90735 TS berkapasitas 30 GT tanpa muatan dengan jumlah ABK 3 warga Vietnam. 

Di hari yang sama, Rabu (20/3/2019) sekitar pukul 07.00 WIB, KRI Teuku Umar-385 menangkap kapal ikan Vietnam BV 4356 TS yang sedang melakukan penangkapan ikan di  zona ekonomi eklusif Indonesia (ZEEI) Natuna Utara. Ketika diamankan, kapal memiliki 9 awak itu didapati memuat penuh ikan berbagai jenis. 

Dalam proses pengajaran, penangkapan dan penyelidikan, Vietnam Fisheries Resources Surveillance (VFRS) berusaha menghalangi, namun berhasil diusir secara paksa. 

Sabtu (23/3/2019) siang, Ketiga kapal nelayan Vietnam itu dibawa ke Dermaga Batu Hitam Lantamal IV setelah sebelumnya dibawa ke Lanal Batam. 

Pangkoarmada I menjelaskan, ketiga kapal diduga telah melakukan tindak pidana perikanan berupa melakukan kegiatan perikanan tanpa dilengkapi adanya SIUP (Surat Izin Usaha Perikanan) dan SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan) sebagaimana  Pasal 27 ayat (2) Jo Pasal 93 ayat (2) UU RI Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Di Lantamal IV, sejumlah awak kapal ikan Vietnam mengaku mereka tidak mengetahui telah memasuki perairan Indonesia. Salah seorang diantaranya mengaku mereka dipandu oleh kapal induk yang mereka sebut sebagai ikan besar.

"Dalam operasinya ada sebuah kapal yang bertugas mensuplai minyak dan berfungsi mengangkut ikan hasil tangkapan. Makanya mereka sanggup di laut sampai berbulan-bulan," terang Pangkoarmada I. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua