Anggap Kenaikan Harga Tiket Disebabkan Monopoli, Dispar Kepri Sarankan Pusat Tambah Maskapai
22 Maret 2019
Penumbang setibanya di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Pelaku usaha pariwisata melalui Dispar Kepri menyarankan pemerintah pusat menambah maskapai karena menganggap kenaikan harga tiket pesawat di Kepri disebabkan adanya monopoli. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pelaku usaha pariwisata di Kepulauan Riau menganggap kenaikan tiket pesawat berlaku dalam beberapa bulan terakhir disebabkan adanya monopoli maskapai penerbangan. Melalui Dinas Pariwisata, pelaku usaha pariwisata menginginkan adanya penambahan maskapai.


Secara tegas Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar menyatakan dua maskapai yang memonopoli harga tiket pesawat itu adalah Lion Group dan Garuda Group.

"Itu menurut pandangan pelaku industri pariwisata di Kepri, karena mereka sangat merasakan efek harga tiket tinggi," ujar Buralimar, di Tanjungpinang, Jumat (22/3/2019).

Melalui Dinas Pariwisata, para pelaku usaha pariwisata di Kepri menyarankan Pemerintah Pusat menambah perusahaan penerbangan domestik untuk Provinsi Kepri. 

"Kalau ada tambahan maskapai lain, kemungkinan itu akan menjadi kompetitor sehingga dapat menurunkan harga tiket dan tidak ada lagi monopoli," ungkapnya.

Menurut Buralimar, salah satu perusahaan penerbangan yang berkemungkinan bisa masuk ke Kepri adalah AirAsia. 


Lanjut Buralimar, kenaikan harga tiket ditambah adanya aturan bagasi berbayar sangat berdampak terhadap dunia pariwisata Kepri, utamanya terhadap kunjungan wisatan nusantara. Hingga saat ini agen travel mencatat mencatat adanya 60 persen pembatalan keberangkan ke Kepri diakibatkan hal tersebut.

Kendati demikian, Buralimar optimis target 4 juta kunjungan ke Kepri ditetapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) 2019 ini bisa tercapai. (Oma)




Berita Terkait
Lihat Semua