TNI AL Kembali Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster ke Singapura
21 Maret 2019
Kotak berisi baby lobster yang diamankan Tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamal Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam, Rabu (20/3/2019). (Foto: IST/Dispen Lantamal IV)
INILAHKEPRI, BATAM -  Upaya penyeludupan baby lobster dari Batam Kepuluaan Riau menuju Singapura kembali digagalkan Tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamal Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam,  Rabu (20/3/2019).

Berita resmi Dispen Lantamal IV, Kamis (21/3/2019), speed boat mengangkut baby lobster yang akan diselusupkan ke Singapura ini diamankan di Perairan Pasir Toga (Selat antara Pulau Combol dan Pulau Sugi). Speedboat diamankan setelah Tim Gabungan F1QR Koarmada I menerima informasi intelijen bahwa akan adanya penyeludupan baby lobster menggunakan speed boat dari Batam menuju Singapura.

Tim Gabungan F1QR Koamada I segera melakukan upaya penyekatan dengan menggunakan dua speed boat di sekitar Perairan Pulau Sugi. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terlihatnya sebuah speed boat melintas dengan kecepatan tinggi dan Tim F1QR segera melakukan prosedur pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid) terhadap speed boat tersebut.

Penyeludup yang terkepung kabur, meninggalkan speedboat di hutan bakau pada koordinat 00° 50' 24" Lintan Utara dan 103° 48' 47" Bujur Timur.  Speedboat kemudian ditarik ke air dengan bantuan KAL Mapor yang merupakan salah satu unsur Satrol Lantamal IV. 

Dari pemeriksaan diketahui didapati 36 kotak sterofoam yang berisi baby lobster dalam speedboat tanpa nama. 

Speedboat dibawa ke Dermaga Lanal Batam.  36 kotak sterofoam yang berisi baby lobster tersebut dibawah ke Kantor Karantina KKP Batam. 

Hasil pencacahan, 36 kotak sterofoam berisi  304.354 baby lobster yang dibungkus dalam 1.483 kantong plastik yang terbagi dalam 33 kotak (1.426 kantong) jenis pasir berjumlah 295.236 ekor dan 3 kotak jenis mutiara (57 kantong)  berjumlah 9.118 ekor.
Total 33 kotak tersebut berhasil diamankan sumber daya ikan senilai Rp. 46.109.000.000. dengan rincian harga perekor baby lobster jenis pasir sebesar Rp.150.000 dan jenis mutiara sebesar Rp. 200.000.

Lanal Batam selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait melalui Kepala BKIPM Batam dan akan dilaksanakan pelepas liaran dalam rangka konservasi baby lobster di wilayah natuna di daerah Pulau Senoa. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua