Tim F1QR Koarmada I Gagalkan Penyeludupan Baby Lobster Senilai Rp37 M
13 Maret 2019
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Arsyad Abdullah, memberikan keterangan pers terkait digagalkannya upaya penyelundupan baby lobster, Rabu (14/3/2019). (Foto: Istime/Dispen Lantamal IV)
INILAHKEPRI, BATAM - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) I berhasil menggagalkan penyelundupan baby lobster di Perairan Sugi Batam. 

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah, kepada pers di Dermaga Lanal Batam, Rabu (13/3/2019) menjelaskan, upaya penyeludupan itu berlangsung Selasa (12/3/2019). 

Dua speedboat Tim gabungan F1QR Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamla Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam, mencegat speedboat digunakan penyeludup saat dalam perjalanan dari Batam menuju Singapura.

"Karena merasa terkepung oleh dua speed boat Tim F1QR, akhirnya speed boat tersebut menabrak area bakau dan kandas pada posisi koordinat 00° 55' 54" LU – 103° 47' 54" BT, sehingga berhasil diamankan oleh Tim F1QR," jelas Danlantamal IV.

Dari penangkapan tersebut diperoleh barang bukti baby lobster sebanyak 44 kotak sterofoam coolbox. Masing-masing kotak berisi 30 plastik didalamya terdapat baby lobster 200 ekor. Total keseluruhan diperkirakan berisi sekitar 264.000 ekor baby lobster.

Hasil pencacahan  dilaksanakan karantina KKP Batam, baby lobster masing-masing berjenis Pasir 235.438 ekor (41 sterefoam) dan jenis Mutiara 9.664 ekor (3 stereofoam ). Total baby lobster tersebut senilai  Rp 37,2 miliar.

Terhadap tangkapan tersebut, Lanal Batam berkoordinasi dengan instansi terkait MKP melalui pimpinan BKIPM Batam, akan melaksanakan pelepas liaran/konservasi  di wilayah Natuna di daerah Pulau Sedanau bekerjasama dengan BPSPL. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua