Akun Palsu Sulitkan Polres Tanjungpinang Usut Kasus Ujaran Kebencian di Medsos
12 Maret 2019
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Akun palsu (fake account) menyebabkan penyidik mengungkap sejumlah kasus ujaran kebencian di media sosial (medsos) yang dilaporkan di Polres Tanjungpinang.

Dalam tiga bulan terakhir, Polres Tanjungpinang diketahui setidaknya telah menerima enam pengaduan terkait pencemaran nama baik hingga penyebaran meme dianggap fitnah di media sosial. Pencemaran nama baik atau fitnah di media sosial ini diantaranya mulai ditujukan kepada oknum caleg, partai politik, anak Wali Kota Tanjungpinang, bahkan yang belakangan ditujukan kepada Gubernur Kepulauan Riau.  

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali mengatakan, terkait laporan tersebut, pihaknya telah berupaya melakukan penyelidikan. Unit Cyber Troops Polres Tanjungpinang, dia sebut telah melakukan propelling untuk mengungkap identitas pelaku penyebar.

"Tapi ternyata semua akun di Facebook tersebut ternyata fake account (akun palsu)," ujar Efendri, Senin (11/3/2019).

Manurut Ali - sapaan Efendri Ali - pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kementrian Kominfo di Jakarta untuk menutup akun-akun tersebut.

"Kami minta Kementrian Kominfo untuk men-take down akun-akun tersebut supaya tidak bisa dibuka lagi," pungkasnya.

Menurut Ali, ujaran kebencian oleh akun-akun palsu itu memiliki unsur kesengajaan.

"Akun-akun palsu itu bersifat sekali pakai sehingga tidak bisa dilacak," kata Ali.

Kendati sudah menutup akun palsu dianggap penyebar fitnah dan pencemaran nama baik, Ali mengaskan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kami harap warga untuk tidak terlalu merespoj jika menjumpai akun seperti itu," tandasnya. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua