Ratusan Guru Tuntut Pemprov Bayar Tunjangan Kinerja dan Profesi
11 Maret 2019
Ratusan guru di lingkup Pemprov Kepri berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (11/3/2019). Mereka menuntut pembayaran tunjanan kinerja daerah (TKD) dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang besarnya mencapai Rp13 juta per orang. (Foto: Oma)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Ratusan guru PNS berunjukrasa di kantor Gubernur, Dompak, Senin (11/4/2019). Guru SMA/SMK/SLB di lingkup Pemprov Kepri ini menuntut pembayaran Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) bulan ke 13 dan 14 tahun 2018 dan Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan IV tahun 2018. Total kedua tunjangan mencapai Rp13 juta per orang.

Koordinator lapangan aksi, Diah Wahyuningsih merincikan, TKD yang belum dibayar selama dua bulan itu sekitar Rp5 juta, sementara untuk TPG sekitar Rp8 juta. Menurutnya, ada sekitar 500 guru yang belum mendapat tunjangan tersebut.

Tahun 2018, lanjut Diah, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berjanji akan membayarkan TKD dan TPG tersebut paling lama akhir Februari 2019.

"Tapi sampai sekarang belum juga ada kejelasan," imbuhnya.

Menemui ratusan guru yang berunjukrasa,  Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto menjelaskan, jika belum dibayarnya TKD ke 13 dan 14 tahun 2018 dikarenakan defisit anggaran sebesar Rp560 miliar yang mengakibatkan sejumlah pendanaan dan kegiatan terpaksa dipangkas.

Alasan lainnya adalah terjadi keterlambatan pembayaran dana TPG tahun 2018 akibat terjadinya carry over atau kurang bayar. 

Menurutnya, carry over bagi guru PNS tahun sebelumnya dipengaruhi dana yang ditransfer pusat ke daerah tidak mencukupi kebutuhan anggaran pada tahun berjalan.

"Tetap akan kami bayar. Masih menunggu SK Kemendibud dan Kemenkeu," tegas Isdianto.

Ditegaskannya pula, Pemprov Kepri akan mengakomodir sekaligus mencarikan solusi menyangkut tuntutan yang disampaikan oleh guru-guru dari SMA/SMK/SLB se-Kepulauan Riau tersebut. 

Isdianto menyatakan akan mengajak para guru berdialog  bersama GUbernur dan DPRD di Dompak.

"Besok akan kita ajak berdialog," kata Isdianto. (Oma)





Berita Terkait
Lihat Semua