3 Komoditas Pertanian Kepri Diekspor ke Eropa, Amerika dan Asia
08 Maret 2019
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ali Jamil, Asisten II Pemrov Kepri Syamsul Bahrum bersama unsur Forkominda serta sejumlah pengusaha di Pulau Bintan melepas keberangkatan ekspor komoditas Kepri, Jumat (8/3/2019). (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Tiga komoditas hasil pertanian Kepulauan Riau (Kepri), karet, arang dan daging babi potong diekspor ke sejumlah negara Eropa, Amerika dan Asia. 

Ketiga komoditi diekspor tersebut senilai Rp27,7 miliar. Tiga komoditas yang sudah dipacking di dalam mobil kontainer dari tiga perusahaan eksportir itu diberangkatkan, Jumat (8/3/2019) dari Kantor Baru Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang, Jalan Bandara Baru, Kilometer 12, Tanjungpinang menuju pelabuhan Sri Bayintan Kijang Kota, Kabupaten Bintan, Kepri. 

Ekapor dilepas oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ali Jamil, Asisten II Pemrov Kepri Syamsul Bahrum bersama unsur Forkominda serta sejumlah pengusaha di Pulau Bintan. 

Kepala Barantan Kementerian Pertanian RI, Ali Jamil mengatakan, kegiatan ekspor ini akan menguatkan serta meningkatkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan nilai pendapatan asli daerah (PAD) Kepri. 

Dalam. Kesempatan ini dia memaparkan Ali Jamil  komoditas ekspor tersebut. PT Pulau Bintan Djaya akan mengeskpor karet lempengan untuk produksi ban ke Amerika, Korea Selatan, Kanada, Cina dan Italia berjumlah 1.048.880 kilogram (kg) dengan nilai $USD 1.379.424,26 atau setara dengan Rp19 miliar.

"Data ekspor karet tahun 2018 lalu cukup tinggi mencapai 14,9 ton atau senilai Rp268,3 miliar," ucapnya. 

Kemudian, CV Bulan Bintang mengekspor arang untuk kebutuhan usaha di Malaysia dengan niłai Rp127 juta dalam sekali pengiriman sebanyak 8,5 ton.

Dan PT Indo Tirta Suaka mengekspor babi potong ke Singapura sebanyak 2,505 ekor dengan nilai Rp8 miliar. Dan pada tahun 2018 lalu, daging babi dikirim ke Singapura senilai Rp886,7 miliar. 

"Ketiga produk itu kita sudah sertifikasi (jaminan) sehat, dan juga sudah dijamin Bea Cukai dan Dinas Perdangan," imbuhnya. 

Semetara itu, Asisten II Gubernur Kepri, Syamsul Bahrum mengatakan, pemerintah daerah akan memanfaatkan 19 pulau kosong dari 2.408 pulau untuk sasaran produksi pertanian, perkebunan maupun peternakan.

"Saya kemarin bersama dengan Deputi Peningkatan Sumber Daya Kementerian Perekonomian telah mengambil kebijakan pulau-pulau terdepan yang kosong akan memprogramkan sebagai salah satu basis," tutupnya. 

Selain itu, hutan milik negara akan dikonversi untuk masyarakat sebagai lahan produksi pertanian, perkebunan maupun peternakan seperti Batu Ampar dan Sekupang di Batam, Pulau Bintan dan Natuna.

Dengan demikian akan meningkatkan nilai investasi ekspor Provinsi Kepulauan Riau. 

"Tapi bukan untuk produksi pertambangan," imbuhnya. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua