Ranat Mulia Dituntut Penjara 6 bulan dan Denda Rp24 Juta
06 Maret 2019
Ranat Mulia Lubis saat meninggalkan ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Caleg PSI Dapil Tanjungpinang Barat-Kota ini dituntut penjara 6 bulan dengan masa percobaan 1 bulan dan denda Rp24 juta atas pelanggaran kampanye yang didakwakan terhadap dirinya. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang menuntut 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun subsider 1 bulan dan denda Rp24 juta terhadap Caleg DPRD Tanjungpinang dari Partai Solidaritas Indonesia, Ranat Mulia Pardede, terdakwa pelanggaran kampanye di Kampus STIE Pembagunan.

Tuntutan dibacakan JPU Kejari Tanjungpinang, Mona Amalia dalam sidang digelar di Pengadilan Negeri Tanjugpinang, Rabu (6/3/2019) pukul 20.10 WIB. Sidang 

Secara keseluruhan JPU berkesimpulan, terdakwa Ranat Mulia Pardede dinyatakan terbukti secara sah melanggar pasal 521 Jo pasal 280 ayat (1) huruf h Undang-Undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Mona Amalia menegaskan, terdakwa dengan sengaja melawan hukum. Sebagaimana pasal dalam undang-undang Pemilu. Hal yang memberatkan terdakwa yakni tindak mengindahkan norma-norma yang berlaku. Kemudian meresahkan masyarakat, dalam hal ini Kampus STIE Pembangunan Tanjungpinang. Selain itu, terdakwa dianggap memberikan berbelit-belit dalam proses pelaksaan sidang. 

Selanjutnya, hal yang meringankan Ranat Mulia Pardede menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum. 

Persidangan dilanjutkan Jumat (8/3/2019) dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa sekaligus pembacaan putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang. 

Sebagaimana diketahui, Ranat Mulia Pardede yang merupakan Caleg PSI Dapil Tanjungpinang Barat-Kota Tanjungpinang diduga melakukan pelanggaran kampanye dengan membagikan kartu nama pancalonannya sebagai anggota DPRD Tanjungpinang di Kampus STIE Pembangunan, Senin (1/1/2019) lalu. 

Pembagian kartu nama itu berlangsung di dalam kelas, di saat mahasiswa kampus itu melaksanakan ujian.(Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua