Kenaikan Harga Tiket Sebabkan Penumpang Pesawat di Kepri Turun 21,77 Persen
06 Maret 2019
Kedatangan penumpang di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang. Sejak kenaikan harga tiket pesawat diberlakukan, jumlah penumpang pesawat di Kepulauan Riau menurun hingga 21,77 persen. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kenaikan harga tiket pesawat menyebabkan jumlah penumpang angkutan udara baik domestik dan internasional di wilayah Kepulauan Riau.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, jumlah penumpang angkutan udara di Kepri pada Januari 2019 turun sebesar 21,77 persen dibanding Januari 2018, yaitu dari 500.746 orang menjadi 391.720 orang. Terdapat penurunan sebesar 13,30 persen dalam rentang waktu Desember 2018 hingga Jauari 2019.


Menurut Kepala BPS Kepri, Zulkipli, penurunan tersebut terbilang cukup signifikan. 

Dijelaskan, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang ke bandara yang ada di Kepri Januari 2019 sebanyak 212.914 orang, mengalami penurunan 10,40 persen dibandingkan Desember 2018 yang mencapai 237.638 orang. Demikian jika dibandingkan dengan kondisi yang sama tahun sebelumnya, turun sebesar 21,03 persen. 

Selain kedatangan, keberangkatan melalui bandara yang ada di Kepri juga mengalami penurunan. Selama Januari 2019 ada sebanyak 175.404 orang berangkat dari bandara di Kepri. Jumlah ini menurun 16,94 persen dibandingkan Desember 2018 yang mencapai 211.188 orang. Jika dibandingkan kondisi yang sama tahun sebelumnya juga turun sebesar 23,24 persen.

Kendati demikian, kata Zulkipli, jumlah penumpang angkutan udara internasional yang datang ke Kepri di Januari 2019 mencapai 1.805 orang, lebih tinggi 33,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 1.356 orang. 

Sedangkan jumlah penumpang yang berangkat ke luar negeri melalui bandara di Kepri selama Januari 2019 sebanyak 1.597 orang, turun 0,93 persen dibandingkan Desember 2018 yang mencapai 1.612 orang. 

"Jika dibandingkan dengan kondisi tahun lalu juga terjadi penurunan 65,66 persen," ungkapnya lagi.

Menurutnya, secara umum dapat disimpulkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara di Kepri selama Januari 2019 didominasi oleh penumpang penerbangan domestik yang datang yaitu sebesar 54,35 persen. Sedangkan yang terendah adalah jumlah penumpang penerbangan internasional yang berangkat, yaitu sebesar 0,41 persen dari total seluruh penumpang angkutan udara.

Terkait hal ini, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengaku sudah menyurati Kementerian Perhubungan, supaya meninjau kenaikan harga tiket serta penerapan bagasi pesawat berbayar yang diberlakukan oleh sejumlah maskapai penerbangan.

Menurut Nurdin, kenaikan tarif transportasi udara itu menjadi penyumbang inflasi terbesar Kepri pada Februari 2019 yaitu sebesar 10,14 persen. Di samping itu juga sangat menggangu aktivitas masyarakat, dunia pariwisata serta ekonomi kerakyatan. 

"Baru-baru ini pelaku UMKM di Batam mengeluhkan dagangan mereka tidak laku. Salah satunya disebabkan bagasi pesawat berbayar," tutur Nurdin, Selasa.

"Makanya kami minta pusat segera menindaklanjuti persoalan ini," pungkasnya. (Oma)





Berita Terkait
Lihat Semua