Gagal di Praperadilan, Bos Dealer Motor Tersangka Pengedar Sabu Minta Penangguhan Penahanan
28 Februari 2019
Untung didampingi kuasa hukumnya usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (28/2/2019). Dalam persidangan, penguasaha dealer sepeda motor di Tanjungpinang ini meminta penangguhan penahanan. Sebelumnya dia mengajukan praperadilan, namun dimentahkan Pengadilan. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Setelah upaya praperadilan diajukan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang dimentahkan, Untung, pengusaha dealer sepeda motor bekas di Tanjungpinang yang didakwa sebagai pengedar sabu-sabu meminta penangguhan penahanan.

Penangguhan penahanan disampaikan Untung melalui kuasa hukumnya Sanih Mafadi dan Hendry Reinaldi dalam sidang perdana digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Kamis (28/2/2019) sore. 

Kepada majelis hakim dipimpinan Santonius Tambunan didampingi hakim anggota Monalisa Anita T Siagian dan Acep Sopian Sauri, untuk menginginkan menjalani program rehabilitasi di loka rehabilitasi Badan Narkotika Nasional di Kota Batam atas jaminan dari istri terdakwa. 

Santonius Tambunan yang memimpin jalannya sidang menyatakan jika pihaknya akan mempertimbangkan pengajuan dimaksud. 

Dalam dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaldi Akri,  Untung, bersama terdakwa lainnya Hendra Lesmono disebut telah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika, yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis sabu seberat 1,26 gram terbungkus dalam plastik bening. Dengan barang bukti lainnya alat hisap (bong). 

Kedua pelaku melakukan tindak pidana itu di sebuah bengkel motor, Jalan Lembah Merpati Kilometer 13, RT-003/RW-011, Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis, 6 Desember 2018 sekitar pukul 20.00 WIB. 

Atas perbuatan kedua terdakwa terancam pidana pasal 114 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika. 

Dalam kesempatan tersebut, kuasa hukum untung, Sanih Mafadi menyatakan keberatan. Ia menegaskan jika perbuatan kliennya bukanlah pengedar sebagaimana pasal yang didakwakan. Sanih menyebut hal itu disebabkan tidak adanya pembeli.  

"Kami keberatan atas hal ini. Bahkan adanya hasil urine (air seni) positif itu menjadi dasar JPU untuk memberi petunjuk kepada penyidik dengan pasal 127 yakni pemakai," ucapnya usai sidang.

Menurut Sanih, kliennya membeli sabu dari terdakwa Hendra. Jadi status keduanya sama-sama pemakai. 

"Tidak ada pembeli dan hanya ada dua terdakwa, Untung dan Hendra Lesmono," terangnya. 

Menanggapi hal ini, JPU Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Zaldi Akri menegaskan jika dakwaan itu berdasarkan berkas penyidik atas proses penyidikan tindak pidana narkotika. 

"Kita akan membuktikan dakwaan ini. Pembuktian jelas ada saksi, bukti surat tes urine, keterangan ahli nantinya dan keterangan terdakwa itu aja," pungkasnya. (Masrun) 





Berita Terkait
Lihat Semua