Soal Izin Ekspor Tambang PT GBA di Tangan Dirjen Daglu
27 Februari 2019
Tongkang memuat bauksit PT GBA di Bintan. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI meminta Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) mencabut izin Ekspor Mineral Logam dengan Kriteria Tertentu PT Gunung Bintan Abadi (PT GBA). 

Permintaan tertera di dalam surat Kementerian ESDM ditandatangani Dirjen Minerba, Bambang Gatot Mariyono, 8 Februari 2019.

Sejumlah poin penting direkomendasikan Dirjen Minerba kepada Dirjen Daglu diantaranya kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian di dalam negeri PT GBA yang dihitung secara komulatif dalam satu bulan terakhir, dinilai belum mencapai 90 persen. 

Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 55 ayat (4) permen ESDM Nomor 25/2018 yang mengatur verifikasi kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian di dalam negeri dilakukan secara berkala setiap enam bulan oleh verifikator independen.

Berdasarkan hasil laporan verifikasi kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian selama enam bulan dilakukan oleh PT Sucofindo (persero), progress kegiatan pembangunan pemurnian PT GBA baru mencapai 75,51 persen dari rencana yang ditetapkan.

Di dalam surat tersebut dijelaskan, dalam setiap enam bulan kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian tidak mencapai 90 persen, maka Dirjen atas nama Menteri memberikan rekomendasi kepada Dirjen yang berkaitan dengan urusan perdagangan luar negeri untuk mencabut izin ekspor yang telah diberikan.

Poin-poin itu mendasari pemberian sanksi pencabutan rekomendasi persetujuan ekspor logam dengan kriteria tertentu kepada PT GBA.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Seksi Teknik dan Lingkungan Pertambangan Mineral Dinas ESDM Provinsi Kepri, Reza Muzzamil Jufri membenarkan adanya surat rekomendasi tersebut.

Reza menyebut keputusan pencabutan izin ekspor PT GBA sepenuhnya berada di tangan Dirjen Daglu. 

'Kalau Direjen Daglu mengeluarkan surat yang isinya mencabut kuota, maka PT GBA tidak boleh lagi ekspor," ungkapnya Selasa sore. (Oma)





Berita Terkait
Lihat Semua