Pembunuhan Arnold Tambunan Akan Digelar Rabu Depan
22 Februari 2019
Tersangka Abdul (mengenakan sebo) memberikan keterangan kepada penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang di tempat kejadian perkara pembunuhan Arnold Tambunan di Jalan Melur, Km 8 Atas, Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Kasus ini rencananya akan direkonstruksi Rabu pekan depan. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang akan segera merekonstruksi penganiayaan terhadap Arnold Tambunan hingga menyebabkan pensiunan TNI AL itu tewas dan dibuang ke dalam septic tank.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali, Jumat (22/2/2019) menjelaskan, rekonstruksi dimaksud rencananya digelar Rabu pekan depan, dilaksanakan di tempat kejadian perkara (TKP)  di areal kediaman Almarhum Rasyid, di Jalan Menur, Batu 8 Atas, Kelurahan Sei Jang, Bukit Bestari, Tanjungpinang. 

"Rencananya Rabu pekan depan gelar rekonstruksi," ucap EFendri Ali ditemui di pekarangan Polres.

Selain memperjelas runtun kejadian penganiayaan, Ali berharap dari rekonstruksi itu menghasilkan petunjuk baru.

Sebagaimana diketahui, setelah melalui penyidikan hingga 6 bulan, Polres Tanjungpinang berhasil mengungkap pembunuhan Arnold Tambunan yang sebelumnya dilaporkan mengilang.

Sejauh ini polisi telah menetapkan dua tersangka pembunuh Arnold Tambunan setelah jazah pria 60 tahun itu ditemukan di dalam septic tank di kediaman Rasyid di Gang Melur, Batu 8 Atas.

Kedua tersangka dimaksud adalah Rasyid, pengusaha tenda yang wafat dalam kecelakaan usai diperiksa terkait hilangnya Arnold 10 hari setelah Arnold dilaporkan hilang 18 Agustus 2018. Tersangka lain bernama Abdul, anak buah Rasyid.

Diterangkan polisi, pembunuhan tersebut telah direncanakan oleh Rasyid. Malam sebelum kejadian, dia mengajak Abdul menghabisi nyawa Arnold dengan janji memberikan uang Rp20 juta.

18 Agustus 2018 pagi, Arnold dihabisi. Rasyid bersama Abdul menganiayanya dengan menggunakan besi penyanggah tenda. Arnold yang tidak bergerak lagi akibat dihantam di bagian tangan, danda, dagu dan kepala kemudian dibungkus menggunakan mantel, diikat kaki dan tangan, lalu dimasukkan ke dalam septic tank.

Pembunuhan ini diduga dilatarbelakangi utang piutang. Rasyid kesal terhadap korban yang terus menagih utang sebesar Rp30 juta. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua