DPRD Kepri Puji Langkah Cepat PLN Bright Cegah Pemadaman Bergilir
22 Februari 2019
Rapat kerja DPRD Kepri bersama PLN Brighy Batam di Graha Kepri, Batam Center, Batam, Jumat (22/2/2018). DPRD Kepri memuji langkah cepat PLN Bright Batam sehingga pemadaman bergilir yang direncanakan sebelaumnya dapat dibatalkan. (Foto: IST/Humas DPRD Kepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pembatalan pemadaman bergilir di Pulau Batam dan Pulau Bintan dilakukan PLN Bright mendapat apresiasi DPRD Provinsi Kepulauan Riau. 

DPRD, sebagaimana disampaikan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, menyatakan PLN Bright sudah melakukan langkah cepat dengan melobi pemerintah pusat sehingga rencana pembadaman bergilir bisa dibatalkan.  

Pembatalan pemadaman ini diambil setelah pemerintah pusat menolak rencana pemadaman bergilir dengan menjamin lancarnya pasokan gas ke Batam.


“DPRD Provinsi Kepri memberi apresiasi kepada PLN yang cepat bekerja mencari solusi masalah ini, meskipun pada akhirnya PLN harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengatasi masalah ini,” kata Jumaga saat rapat kerja dengan PLN Batam di Graha Kepri, Batam (22/2/2019).

DPRD Provinsi Kepri, kata Jumaga, memahami penambahan biaya  ini sepanjang kelistrikan di Batam dan Bintan berjalan baik. Jumaga menyebut penambahan biaya itu merupakan risiko bisnis yang memang harus diambil PLN.

DPRD Kepri, kata Jumaga, berjanji akan terus mengawal ketangguhan listrik Batam dan Bintan di Pemerintah pusat, sehingga pemadaman bergilir akibat kekurangan gas dan pemeliharan jaringan dapat diminimalisir.

Senada dengan Jumaga, Ketua Komisi III DPRD Kepri Widiastadi Nugraha mengatakan bahwa kedepan PGN harus dapat menciptakan pasokan gas yang handal bagi Kepri. “Sebab, Batam sebagai kota Industri membutuhkan energi yang besar,” kata pria yang akrab disapa Iik.

Ditempat yang sama, Direktur Operasional PLN Awaluddin Hafid mengatakan bahwa pasokan gas ini didapat dari PT PGN dan Petro China. “Dari rapat terakhir di SKK Migas PGN memasok 14 +17 BBTUD dan Petro China memasok 22 BBTUD,” kata Hafid.

Namun demikian, karena pasokan gas diambil dari Petro China, PLN harus mengeluarkan biaya tambahan hampir Rp6 miliar. “Pengeluaran ini untuk membayar gas dari Petro Cina dan biaya lain-lain, kata Hafid.

Sementara itu, PT PGN yang diwakili Riza Buana menceritakan bahwa pemiliharaan sumur gas yang dilakukan saat ini yang terburuk sepanjang tujuh tahun terakhir. “Sehingga kami sebagai operator berupaya mencari solusinya. Salah satunya dengan mengupayakan penambahan dengan jaringan kita agar pasokan listrik di Batam dan Bintan handal,” tegasnya.

Sebelumnya, PLN berencana melakukan pemadaman bergilir setiap harinya di Pulau Batam dan Bintan. Pemadaman listrik akibat dari kurangnya pasokan gas akibat pemeliharan rutin berkala di sumur-sumur gas milik. Hadir dalam rapat itu anggota Komisi III Surya Makmur Nasution, Irwansyah, Raja Astegena, Saproni, Alex Guspeneldi dan Joko Nugroho (Rls/Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua