Dewan Dorong Pembangunan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat Dilanjutkan
22 Februari 2019
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak. (Foto: IST/Humas DPRD Kepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Provinsi Kepri meminta Pemerintah Provinsi Kepri untuk melanjutkan pembangunan Monumen Bahasa Melayu (MBM) di Pulau  Penyengat, Tanjungpinang. 

"Kita setuju pembangunan monumen bahasa ini dilanjutkan, tapi harus sesuai aturan," ungkap Ketua DPRD Kepri, Jumaga Naedak, belum lama ini.

Namun Jumaga memberikan catatan. Pemprov harus terlebih dahulu mengumumkan hasil udit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhdap proyek tersebut secara terbuka.

Jumaga sepakat keberadaan monumen Bahasa Melayu ini merupakan kebutuhan bagi Provinsi Kepri. Monumen itu dia sebut penting menjadi perlambang bahwa di Provinsi Kepri merupakan sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang dimulai dari Pulau Penyengat.

"Kami sepakati itu," ucapnya.

Terpisah, Kepala Inspektorat Kepri Mirza Bahtiar menjelaskan jika hasil audit BPKP terhadap proyek MBM sebenarnya sudah keluar pada 2015 lalu. Namun, lanjut dia, pada tahun 2018, Gubernur Nurdin Basirun kembali mengajukan permintaan kepada BPKP untuk melakukan audit terhadap proyek yang mangkrak tersebut.

“Untuk hasil audit yang diajukan tahun 2018 lalu, kemungkinan masih dalam proses. Sebab, sampai saat ini Inspektorat Kepri belum menerima tembusan hasil audit itu,” ujar Mirza

Mirza juga membenarakan jika Polda Kepri telah melakukan penyelidikan terkait proyek MBM. Dia mengaku telah dimintai keterangan oleh penyidik pada dua pekan lalu.

"Tentunya kami menghargainya proses hukum tersebut,” tegasnya. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua