Pelabuhan Tanjung Moco Akhirnya Dioperasikan
22 Februari 2019
KN Jadayat bersandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Moco, Dompak, Kamis (21/2/2019), menandakan diresmikannya pelabuhan yang berada di dalam kawasan FTZ Dompak. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pelabuhan Tanjung Moco, yang terletak di kawasan Dompak, Tanjungpinang mulai dioperasikan.

Pengoperasian pelabuhan yang dibangun sejak 2010 menggunakan dana APBN ini sejalan diresmikannya dermaga pelabuhan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI, Kamis (21/2/2019).

Pelabuhan Tanjung Moco mulai difungsikan tahun 2019 ini untuk kapal kargo serta kapal penumpang baik domestik maupun internasional. 

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Aprianus Hangki mengatakan, Dermaga Tanjung Moco masuk di dalam rencana pelabuhan nasional dengan kategori pelabuhan pengumpul. 

"Untuk kapal-kapal kargo dan sekaligus bisa digunakan kapal-kapal penumpang domestik dan internasional apabila ada situasi yang emergenci, seperti kondisi bencana," ucap Aprianus disela-sela uji coba perdana sandar kapal KN Jadayat di Pelabuhan Tanjung Moco.

Untuk itu, pihaknya berharap agar para pengusaha yang ada di Tanjungpinang-Bintan dapat memanfaatkan pelabuhan ini sebagai fasilitas bongkar muat barang. 

"Dibandingkan mengantre di Pelabuhan Batu 6, lebih baik meraka menggunakan fasilitas ini," ajaknya. 

Aprianus menyebutkan, panjang dermaga Tanjung Moco yang berada dalam kawasan Free Trade Zone saat ini adalah 70 meter dengan maksimum bobot/berat kapal 1.000 deadweight tonnage (DWT). 

Kedepan pihaknya akan mendesain pelabuhan ini untuk kapal-kapal 3.000 DWT dengan panjang minimum dermaga 150 meter.

Aprianus menambahkan, pihaknta akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan fasilitas darat seperti listrik, air, jalan aspal 3,6 kilometer dari Pos TNI Dompak. Sedangkan pergudangan tanggungjawab pemerintah daerah setempat. 

"Kalau akses jalan tidak ada masalah lagi karena pemerintah sudah menggunakan," terangnya. 

Diketahui, pagu anggaran pekerjaan lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan laut tahun 2018 senilai Rp40 miliar. Namun saat proses pelelangan, nilai kontraknya menjadi Rp33,5 miliar. 

"Dikerjakan PT Pharma Kasih Sentosa dengan waktu kerja 82 hari kalender," imbuhnya. 

Kegiatan itu dihadiri oleh perwakilan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Asisten I Pemerintah Provinsi Kepri Raja Ariza, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), para pengusaha dan toko masyarakat setempat. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua