Kepri Mendapat Hak Partisipasi Migas 10 persen, PAD Kepri Berpotensi Bertambah Rp84 Miliar Per Bulan
21 Februari 2019
Huzrin Hood. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - PT Santos resmi memberikan hak partisipasi (participating interest/PI) 10 persen di wilayah kerja North West Natuna (NWN) kepada PT Pembangunan Kepri. Dengan demikian potensi PAD Kepri diprediksi bertambah US$ 6 juta atau setara Rp84 miliar dalam sebulan.


Hal ini disampaikan Direktur PT Pembangunan Kepri North West Natuna, Huzrin Hood, usai melakukan pembahasan bersama PT Santos di Jakarta, Rabu (20/2/2019).
 
"Alhamdulillah berkat doa dan perjuangan kita semua. PT Santos bersedia dan insyaallah besok kita MoU," ucap Huzrin.


Kendati begitu, lanjutnya, keuntungan yang bakal diperoleh Provinsi Kepri sekitar Rp84 miliar ini untuk sementara waktu masih harus dibagi dengan PT Santos. Ini menrutunya disebabkan Pemprov Kepri tidak memiliki anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penyertaan modal sebagai syarat untuk mendapatkan hak partisipasi tersebut. 


"Makanya kita mohon dukungan dari DPRD dan seluruh elemen masyarakat agar ini dapat berjalan lancar," sebutnya.


Pasca diterbitkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10% Pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi pada 26 November 2016, kontraktor yang melakukan kegiatan usaha di hulu minyak dan gas wajib menawarkan PI 10% kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).


Khusus di wilayah Kepri, salah satu blok yang akan berproduksi yakni Blok NWN atau yang dikenal dengan sebutan Ende-ende Lumut yang kini dikelola oleh perusahaan tambang minyak asal Australia Santos Ltd.


Sesuai aturan yang berlaku untuk mendapatkan PI tersebut, BUMD wajib membentuk anak perusahaan. Di Kepri sendiri dibentuk PT Pembangunan Kepri North West Natuna yang bergerak dibidang hulu minyak dan gas. (Oma)





Berita Terkait
Lihat Semua