Keluarga Sangsi Pelaku Pembunuh Arnold Hanya 2 Orang
20 Februari 2019
Pihak keluarga dan kerabat membawa jenazah Arnold tambunan dari kamar jenazah RSUD Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang, Rabu (20/2/2019). Pihak keluarga mengaku sangsi jika pelaku pembunuh pensiunan TNI AL itu hanya dua orang. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pihak keluarga Arnold Tambunan sangsi pelaku pembunuh pensiunan TNI AL itu dihabisi oleh 2 orang pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Tanjungpinang.


"Tidak mungkin 2 orang. Tak mungkin 2 orang karena abang saya itu besar badannya. 3 orang bisa dilawanya itu. Dia dikeroyok," ucap Jonni (57) salah seorang adik kandung Arnold, saat menjemput jenazah di Ruang Jenazah RSUP Raja Ahmad Thabib, Rabu (20/2/2019). 

Jonni, dalam sambutan sebelum jenazah dibawa ke rumah duka menyatakan kekecewaannya dengan pihak kepolisian yang dinilai lamban dalam mengungkap kasus ini.

"Kami akan pantau proses hukum sampai persidangan," katanya Jonni didampingi kakaknya  Winston Andar Tambunan (58) di pintu Ruang Jenazah. 

Sementara itu, Winston Andar Tambunan juga menyatakan pengungkapan kasus terkesan lamban. Padahal menurut dia, bukti kuat telah mengarah ke rumah Almarhum Rasyid. 

"Sebetulnya bisa, gampang terdeteksi karena ada CCTV nya kan. Kenapa tidak ditindak lanjuti hasil CCTV itu. Kenapa diberhentikan. Terlalu lama sampai 6 bulan," tutup Winston Andar. 

Kendati demikian, Winston menyatakan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali memaklumi kekecewaan pihak keluarga. Namun dia berharap pihak keluarga memaklumi proses penyidikan karena adanya sejumlah tahapan dan kendala yang dihadapi.

Menurut Ali, baru ditemukannya jenazah Arnold di dalam septic tank, Kamis (14/2/2019) malam dikarenakan terkendala meninggalnya Rasyid pada 29 Agustus 2018 lalu. 

"Faktor utama meninggalnya R 9Rasyid). Karena Arnold berhubungan langsung R," katanya kepada sejumlah jurnalis di RSUP. 

Dalam kesempatan ini, Ali menyatakan bersyukur dapat mengungkap kasus ini dengan menetapkan Rasyid dan Abdul sebagai tersangka.

"Kami sejauh ini tetap meyakini tersangka hanya dua orang yang telah kami tetapkan," tegas Ali.

Dalam hal ini, Ali secara pribadi memuji kinerja anggotanya yang telah berhasil mengungkap kasus, mengumpulkan bukti dan data sekecil apapun sehingga menjadi dasar analisa dan kesimpulan.

Dia juga menyatakan apresiasi terhadap keluarga almarhum Rasyid yang mau berkerjasama dalam menjadikan kasus ini terang benderang.

"Pihak keluarga almarhum mengijinkan untuk membongkar septic tank. Lancarnya karena ada negosiasi. Jika keluarga tidak mengijinkan, tentu akan menyulitkan," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Ali menyatakan jika sejauh ini pihak keluarga Rasyid tidak mengetahui aksi pembunuhan. 
 
"Jarak rumah utama dan TKP berjarak 25 meter, terhalang oleh ruko tiga lantai, di saat hujan germis, sehingga wajar jika pihak keluarga tidak mendengar ada suara," tutupnya. (Masrun/Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua