Utang, Besi Kaki Tenda, dan Rencana Membunuh Arnold Tambunan
20 Februari 2019
Abdul, satu dari dua tersangka pembunuh Arnold yang ditetapkan polisi menunjukkan semak tempat nyawa Arnold Tambunan dihabisi. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menyebut jika pembunuhan terhadap Arnold Tambunan, pensiunan TNI AL yang tubuhnya dimasukkan ke dalam septic tank di kediaman Rasyid, sudah direncanakan sebelumnya.  

Rencana itu berlangsung pada 17 Agustus 2018 malam atau sehari sebelum Arnold dinyatakan menghilang pada 18 Ahustus. 

Efendri Ali menjelaskan, pada malam itu almarhum Rasyid dan Abdul (keduanya telah ditetapkan sebagai tersagka) terlibat pembicaraan akan menghabisi Arnold. Rasyid menjanjikan Abdul upah Rp20 juta. 

"Hasil penyelidikan, ini merupakan pembunuhan berencana. Malam sebelum datang, R bersama AB telah merencanakan perbuatan, sehingga kedatangan Arnold betul-betul sudah ditunggu," kata Efendri Ali, di Tanjungpinang, Rabu (20/2/2019) siang tadi.

Menurut Ali, rencana menghabisi nyawa Arnold dilatarbelakangi kekesalannya terhadap korban yang selalu menagih utangnya sebesar Rp30 juta.

"R sakit hati ditagih utang. Sebelumnya (korban) sudah pernah datang menagih utang waktu pagi-pagi," jelasnya.

Dipukul Menggunakan Kaki Tenda

Menurut Ali, cekcok berlangsung antara Rasyid dan Arnold sesaat setibanya di kediaman rasyid di Jalan Melur, KM 8 Atas, pada 18 Agustus 2018. Di antara gerimis hujan, Rasyid dan Abdul menganiaya pensiunan TNI AL berumur 57 tahun tersebut.

Awal mula perkelahian terjadi di bawah pohon sekitar 6 meter berjarak dari septic tank tempat jasad Arnold ditemukan.

"Dalam hal ini kami masih melakukan pendalaman siapa yang pertama kali memukul," cerita Ali.

Saat itu, besi kaki tenda melayang ke arah Arnold. Dia mencoba menangkis dan berusaha pergi ke arah semak. Namun langkahnya itu terhenti. 

"Mungkin ketika itu korban terjatuh karena kondisi tanah yang becek karena hujan," ujar Ali.

Saat terjatuh itulah tubuh Arnold dihujam pukulan. Rasyid menggunakan besi kaki tenda berdiameter sekitar 5 cm dan panjang sekitar 120 meter. Sedangkan Abdul besi menggunakan besi ukuran 3/4 dan panjang 60 cm.

Setelah pukulan betubi mulai dari kepala dan dada, Arnold tak bergerak lagi.

Oleh Rasyid dan Abdul, tangan dan kaki Arnold diikat, dibungkus plastik tipis, dan kemudian dimasukkan ke dalam septic tank.

"Tidak diketahui pasti apakah saat itu korban masih hidup atau tidak. Hanya saja, berdasar keterangan AB, waktu itu korban sudah tidak bergerak lagi.


Kecurigaan dari Rekaman CCTV

Menurut Kasat Reskrim AKP Efendri Ali, pihaknya mengakui adanya kesulitan dalam mengungkap kasus ini. 

"Kesulitan karena R meninggal dunia," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Rasyid meninggal pada 29 Agustus, atau 11 hari setelah kejadian berlangsung. Rasyid wafat dalam kecelakaan tak jauh dari Polres Tanjungpinang, beberapa saat setelah dia dimintai keterangan terkait hilangnya Arnold. Saat itu, dia meminta izin kepada penyidik untuk shalat.

"Soal wafatnya Rasyid, apakah ada kesengajaan R (menabrakkan diri ke bis) karena sudah mengarah, tidak bisa kami patikan. Karena kami menganggap itu murni laka lantas. Prosesnya kini sedang disidangkan," papar Ali.

Sebanyak 13 orang menjalani pemeriksaan pada sehari sebelum Rasyid wafat.

Semeninggalnya Rasyid, polisi diakui Ali sempat mengalami kendala.

"Ini karena yang berhubungan langsung dengan Arnold adalah R," kata dia.

Kendati demikian, tim penyidik yang dibentuk tetap melakukan penyelidikan, mengumpulkan data dan informasi sekecil apapun.

"Dari info dan data yang dikumpulkan itulah lalu kami mengasumsikan jika korban berada di dalam septic tank," ujar Ali.

Asumsi itu kata dia didasari atas analisa serta rekaman kamera intai (CCTV).

"Korban datang dan tidak keluar lagi. Ini menjadi tanda tanya besar," kata Ali.

Tanggal 14 Februari 2018 malam, polisi dari Tim Forensik Polda Kepri dan Polres Tanjungpinang membongkar septic tank di kediaman Rasyid dan menemukan jasad Arnold Tambunan. 

Tanggal 18 Fabruari, Abdul, karyawan Rasyid ditangkap di KM 8 Tanjungpinang. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua