Program Imunisasi MR di Sekolah Dihentikan
20 Februari 2019
Pelaksanaan pemberian imunisasi MR di Sekolah Pelita Nusantara 2018 lalu. Tahun ini, program Imunisasi MR di sekolah di Kepri dihentikan. (Foto: Dokumen inilahkepri/Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Program Imunisasi Measles Rubella (MR) gratis di sekolah wilayah Provinsi Kepulauan Riau telah dihentikan sejak masuknya tahun 2019. Penghentian program ini merupakan keputusan Kementerian Kesehatan RI.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, Selasa (19/2/2019), menyebut jika pihaknya sudah berupaya meminya Kemenkes untuk memperpanjang, namun belum ada jawaban. Dia menyebut dibutuhkan regulasi khusus supaya bisa dilaksanakan kembali di sekolah.
     
Menurutnya, Program Imunisasi MR tahun 2019 ini hanya menjadi dilaksanakan di puskesmas yang menargetkan anak-anak usia pra sekolah. Pihak sekolah yang ingin melaksanakannya dapat berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, tetapi tidak gratis.
     
Tjetjep mengakui Program Imunisasi MR di sekolah tahun 2018 tidak berjalan maksimal. Sejumlah kendala diantaranya adalah belum adanya Vaksin MR dengan label halal. Ini menjadi faktor para orang tua dan pihak sekolah enggan, menyebabkan persentase Imunisasi MR di sekolah tergolong kecil, mengakibatkan Kepri menduduki peringkat enam terendah nasional dalam pelaksanaan program ini.

Dari 680 ribu warga berusia 9 bulan-15 tahun, hanya 61 persen yang diimunisasi MR. Padahal, kata Tjetjep, berbagai upaya sudah pihaknya dilakukan. Seperti sosialisasi dan penyebaran fatwa MUI yang membolehkan penggunaan Imunisasi MR sebelum ditemukan vaksin yang halal.
      
"Sejak awal petugas kami mengalami hambatan dalam melakukan imunisasi di sejumlah sekolah," kata Tjetep.


Padaha, kata dia, pihaknya hanya berpikir untuk menyelamatka generasi muda mengingat serangan virus campak dan rubella bukan penyakit yang mudah diobati. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua