Tim Forensik Temukan Tanda Kekerasan pada Kerangka Ditemukan di Septic Tank
16 Februari 2019
Kerangka manusia ditemukan di dalam septic tank beberapa saat sebelum dimasukkan ke kamar jenazah RSUD Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang, Kamis (14/2/2019) malam. Kuat dugaan kerangka manusia itu adalah Arnold Tambunan, pensiunan TNI AL yang dikabarkan hilang sejak Agustus 2018 lalu. (Foto: Istimewa)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Tim Forensik Polda Kepri mengungkap ada tanda-tanda kekerasan terhadap kerangka manusia yang ditemukan di dalam septic tank oleh Polisi,  Kamis (14/2/2019) malam di kompleks rumah Almarhum Rasyid. 

Diduga kerangka manusia itu berkaitan dengan Purnawirawan Anggota TNI AL, Arnold Tambunan (60). 

dr Agung, spesialis Forensik Polda Kepri menerangkan, dari pemeriksaan jasad korban pihaknya menduga kerangka manusia itu mengalami patah tulang mulai kepala hingga dada. 

"Keretakan tengkorak puncak kepala, tulang hidung patah, rahang bawah patah, terus hampir seluruh rongga dada patah. Selain itu tulang lainnya masih dalam kondisi baik," sebut Agung di halaman rumah Almarhum Rasyid, Jalan Menur Gang Juang 5, No 15 C, Batu 8 Atas, RT 06 / RW 09, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. 

Selain itu, kata Agung, saat dievakuasi di dalam septic tank kedua tangan dalam kondisi terikat dengan tali. Begitupun kedua kakinya terikat. 

"Saat diangkat tangannya terikat posisinya di belakang," imbuhnya. 

Di tempat yang sama, Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes dr Jarot Wibowo menambahkan, pihaknya juga menemukan 4 pakaian yang masih menyelimuti kerangka laki-laki itu. Dengan tinggi badan 170 centimeter.

"Yakni jacket plastik jas hujan, baju, celana panjang dan celana pendek," terangnya. 

Untuk alat bukti yang mendukung ke Arnold Tambunan (AT) kata Jarot, sudah ada. Namun pihaknya masih memerlukan bukti kunci selain dari tes DNA. 

Seperti tes pencocokan sample gigi (ante mortem), Arnold Tambunan yang ada datanya di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dan kerangka gigi yang ditemukan di septic tank (post mortem). 

"Kemudian istri (AT, Nawati) kita mintai keterangan, makanya hari ini kita belum bisa menyimpulkan," ucapnya. 

Lanjut ia mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan alat bukti kejahatan karena masih fokus melakukan otopsi jasad dimaksud. 

"Rencana otopsi selesai hari ini. Makanya identitas kita selesaikan hari ini, makanya ada Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda masih ada di sini," pungkasnya. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua