Transaksi Prostitusi Lewat WA, Mucikari dan Pria Hidung Belang Diamankan Polisi
15 Februari 2019
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Satu Reskrim Polres Tanjungpinang membekuk wanita bernama Marsabela (19), tersangka mucikari memperdagangkan anak di bawah umur secara daring (online) melalui pesan WA.

Selain mengamankan Marsabela, polisi juga turut mengamankan Hasan (41) pria hidung belang yang meniduri AA, gadis bawah umur yang dijajakan sang mucikari. Keduanya diamankan Rabu (13/2/2019) lalu.

Dalam konfrensi pers digelar di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (15/2/2019), tindakan asusila terhadap anak di bawah umur itu dimulai JUmat (8/2/2019). Hari itu, Marsabela menghubungi AA, memintanya ikut ke Hotel Bintan Beach Resort (BBR) di Jalan Pantai Impian.

Di hotel itu mereka bertemu Hasan. Di lantai III hotel, AA diminta masuk ke dalam kamar. Tapi saat itu AA menolak. Nafsu bejat Hasan tidak tersalurkan.

Rupanya Hasan tidak patah arang. Keesokan hari, Sabtu (9/2/2019) dia meminta Marsabela memberikan nomor selular AA. Singkat cerita, dari lobi yang dia lakukan, Hasan akhirnya berhasil meniduri gadis baru gede itu.

Rp1 Juta Sekali Kencan

Pengakuan Hasan kepada polisi, dirinya memberikan imbalan Rp1 juta kepada AA untuk sekali kencan. 

Tidak hanya memberi AA uang, Hasan juga memberi Marsabela Rp200 ribu. Uang itu sebagai bentuk terimakasihnya telah membantu mencarikannya "teman tidur"

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali.

Dijelaskan, dalam kasus ini pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa pakaian korban, 1 unit handphone merk OPPO A37f warna rosegold, 1 unit handphone 
merk OPPO N1 Minimal warna hijau tosca, 1 Unit handphone merk OPPO F1s warna gold dan 1 unit handphone merk IPhone 5s warna gold. 

Efendri menegaskan, kedua pelaku terancam kurungan 5 sampai 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar. Keduanya dinyatakan melanggar Pasal 81 Undang-Undang RI no 17 tahun 2016 tentang penerapan peraturan pemerintah 

pengganti UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (Masrun/Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua