Ini 11 Isu Strategis Pembangunan Daerah di Pemerintahan Syahrul-Rahma
12 Februari 2019
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul-Rahma memberikan Raperda RPJMD 2018-2023 kepada unsur pimpinan DPRD Kota Tanjungpinang, seusai agenda pidato Wali Kota di Aula Kantor Legislatif setempat, Selasa (12/2/2019). (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menyampaikan pidato rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Tanjungpinang tahun 2018-2023 mendatang. 

Syahrul menyampaikan Raperda itu di dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tanjungpinang di Aula Kantor Perwakilan Rakyat setempat, Selasa (12/2/2019) sore. 

Syahrul mengatakan, dalam Raperda RPJMD, ada 11 isu strategis pembangunan daerah Kota Tanjungpinang lima tahun kedepan. Yakni mengoptimalkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pemerataan akses dan mutu pendidikan dan kesehatan, dan daya saing pemuda dan olahraga. Sektor pariwisata khususnya wisata budaya/religi, bahari dan kuliner memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi motor penggerak perekonomian kota, namun sampai saat ini belum dikelola secara optimal.

Selanjutnya, akses masyarakat terhadap penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi yang layak, masih perlu terus ditingkatkan baik kuantitas maupun penyebarannya. Masih adanya kawasan kumuh perkotaan yang memerlukan penataan dalam hal: bangunan hunian; aksesibilitas jalan; drainase lingkungan; air bersih; sanitasi; persampahan; proteksi kebakaran, dan ruang terbuka hijau.

Kelima, kualitas aparatur sipil negara (ASN), reformasi birokrasi dan kondusifitas wilayah perlu ditingkatkan. Masih terdapat titik-titik genangan air di beberapa wilayah selama musim penghujan. Kota Tanjungpinang masih belum berkembang reputasinya sebagai referensi pengembangan budaya dalam hal ini adalah kebudayaan melayu.

Kemudian, angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang semakin membaik selama 5 tahun terakhir, namun masih memerlukan upaya untuk menurunkan secara terus menerus dan komprehensif. Kesembilan, pencapaian Tanjungpinang sebagai pusat produksi dan distribusi berbagai barang dan jasa sebagai kota perdagangan masih memerlukan langkah dan kebijakan yang lebih efektif.

Dan kesepuluh, kurangnya kuantitas dan kualitas ruang terbuka hijau (RTH) yang ramah anak, perempuan, lansia dan penyandang disabilitas. Dan terakhir adalah, mengoptimalkam pengelolaan lingkungan hidup, termasuk dalam pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Jalan Ganet.

"Dapat disampaikan bahwa visi pembangunan jangka menengah tahun 2018-2023 adalah, Tanjungpinang sebagai kota yang maju, berbudaya dan sejahtera dalam harmoni kebhinekaan masyarakat madani," imbuhnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno mengatakan, setelah pembacaan Raperda RPJMD ini akan diagendakan kembali penyampaian umum dewan. 

"Selanjutnya nanti ada tanggapan dewan," imbuhnya. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua