Bandar Sabu Meraung Saat Ditangkap Polisi
08 Februari 2019
Tersangka BY dan SJ diamankan Mapolres Tanjungpinang. BY, salah satu tersangka bandar narkoba di Tanjungpinang ini menangis sejadi-jadinya saat kediamannya digeledah polisi, Ternyata aksinya itu hanya sebuah akting untuk memberikan isyarat bagi temannya untuk membuang barang bukti yang dia simpan dalam tas di kediamannya. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Seorang bandar narkoba BY (44) menangis sejadi-jadinya ketika jajaran Satres Narkoba Polres Tanjungpinang melakukan penggeledahan di kediamannya.


Dia meraung sejadi-jadinya ketika petugas dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Tanjungpinang AKP Raden Dwi Rahmadhanto menggeledah kediamannya di Jalan Darussalam RT 001 RW 004 nomor 16, Kelurahan Bukit Cermin, Tanjungpinang Barat, Rabu (7/2/2019). 

Ternyata, aksi menangis sambil meraung-raung itu dilakukan BY hanya akting belaka. Bandar sabu-sabu yang sudah menjadi incaran polisi ini sengaja melakukan hal itu sebagai upaya mengelabui petugas.

"Ternyata itu merupakan sebuah signal atau kode kepada tersangka kedua (SJ, 43 tahun) untuk mengambil tas berisi sabu dan barang bukti lainnya untuk dibuang ke dalam tong sampah di rumahnya," ucap Dwi Ramadhanto kepada sejumlah jurnalis saat konfrensi pers di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (8/2/2019) sore. 

Sebelumnya diketahui, BY diamankan jajaran Satres Narkoba di Jalan Sri Mulyo, Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat, Kamis (7/2/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Menyadari teriakan histeris BY merupakan sebuah akting belaka, polisi dengan sigap segera melakukan penggeledahan. Wal hasil, polisi mendapati berbagai barang bukti diduga milik BY, diantaranya 18 paket narkotika jenis sabu seberat 962,1 Gram dan 1,5 butir pil warna merah muda diduga jenis ekstasi seberat 1,32 gram.

Dengan didapatinya barang bukti tersebut, petugas langsung menggelandang BY dan rekannya SJ ke kantor polisi.

Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT Nopol BP 4770 AB dan bukti lainnya milik BY. dan 1 unit handphone merk Nokia warna hitam dan 1 unit handphone merk Samsung warna putih milik SJ yang diduga berisi pesan transaksi narkoba.

Atas perbuatannya, BY dan SJ dijerat Pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Keduanya terancam hukuman minimal 6 tahun penjara. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua