Massa Mengamuk di Bandara RHF Tanjungpinang
08 Februari 2019
Massa (dipernkan anggota Satpol PP Tanjungpinang) mencaoba Pasukan Huru Hara Lanud RHF Tanjungpinang saat mencoba menerobos masuk ke kawasan Bandara RHF Tanjungpinang. Aksi penolakan massa terhadap kedatangan salah satu Calon Presiden RI dalam Pemilu 2019 ini merupakan sebuah simulasi pengamanan Pemilu 2019 dilaksanakan Lanud RHF Tanjungpinang, Jumat (8/2/2019) siang tadi. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Sekelompok massa pendukung pasangan salah satu calon Presiden berdemonstrasi di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Jumat (8/2/2019). Mereka mengamuk, mencoba menerobos barisan Pasukan Huru Hara (PHH) Pangkalan TNI AU (Lanud) RHF Tanjungpinang yang mengamankan bandara sebagai objek vital.

Massa terdiri dari puluhan membawa senjata tumpul, awalnya coba diminta tidak memasuki kawasan Bandara RHF. Tapi massa menolak. Mereka yang tidak menginginkan kedatangan salah seorang kandidat Calon Presiden mencoba menerobos masuk.

Massa bahkan mulai beringas, melempari personel TNI AU dan Avsec Bandara RHF. Massa bahkan tetap ngotot meski Lanud RHF Tanjungpinang menurunkan Pasukan Huru Hara. 

Dengan beringas mereka menerjang, memukul bahkan melempari Pasukan Huru Hara dengan berbagai benda. Situasi semakin tidak terkendali. Semprotan water canon Petugas Pemadam Kebakaran Bandara bahkan tidak menyurutkan pengunjukrasa untuk tetap menerobos masuk. Pasukan Huru Hara kemudian melepaskan tembakan hingga akhirnya massa membubarkan diri. Situasi dapat dikuasai.

Keributan di Bandara RHF Tanjungpinang ini merupakan bagian dari simulasi pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 dilaksanakan Lanud RHF Tanjungpinang. Kegiatan ini turut melibatkan unsur pengamanan dan pemadam kebakaran Bandara RHF dan Satuan Polisi Pamong Praja Tanjungpinang. 

Komandan Lanud RHF Tanjungpinang Kolonel (Pnb) Elistar Silaen menerangkan, simulasi pengamanan Pemilu 2019 ini merupakan bagian dari unjuk kesiapan Lanud RHF Tanjungpinang dalam pengamanan Pemilu 2019.

"Dalam menghadapi situasi paling buruk harus disimulasikan agar tidak terjadi kesalahan sekecil apapun. Setiap personel yang ada harus sigap dan siap kapanpun untuk menghadapi situasi paling buruk sekalipun," paparnya.

Elistar menekankan kepada anggotanya untuk melakukan langkah preventif dan selalu melaksanakan latihan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019.

"Ini tentunya dilaksanakan dengan bersiergi bersama satuan samping dan Forkominda," ungkapnya lagi.

Sebelum simulasi digelar, Danlanud melakukan pemeriksaan pasukan yang digelar dalam sebuah Apel Gelar Pasukan. Turut hadir dalam kegiatan diantaranya Wali Kota Tanjungpinang Syahrul serta sejumlah unsur Forkominda. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua