Ungkap Peredaran Narkoba dan Mobil Mewah Bodong, Personel Lantamal IV Terima Penghargaan
08 Februari 2019
Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono melintas di hadapan Tim F1QR saat menyerahkan penghargaan kepada personel TNI AL di jajaran Lantamal IV Tanjungpinang dan Lantamal I Belawan, Jumat (8/2/2019). (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Personel Lantamal IV tergabung dalam Tim Fleed One Quick Respons (F1QR), menerima penghargaan atas prestasinya mengungkap peredaran narkoba dan penyeludupan mobil mewah bodong.

Penghargaan (reward) bagi prajurit TNI AL berprestasi ini dilaksanakan di Mako Lantamal IV Batu Hitam, Jumat (8/2/2019). Penghargaan diberikan Panglima Koarmada I Laksamana Muda Yudo Margono sekaligus pemberian penghargaan bagi prajurit TNI AL yang bertugas di Lantamal I Belawan.

Prajurit Lantamal IV yang diberi penghargaan ini berhasil menggagalkan peredaran narkoba dengan mengamankan 5 kg sabu-sabu dan menggagalkan penyeludupan 5 unit mewah asal Singapura.

Panglima Komando Armada (Koarmada) I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono mengatakan, pemberian  penghargaan itu sebagai wujud reward bagi prajurit berprestasi yang telah menunjukan prestasinya.

"Kalau mereka berpartisipasi diberikan penghargaan. Sebaliknya, kalau mereka melakukan pelanggaran atau tindakan pidana, maka kita berikan hukuman," ucap Yudo Margono usai upacara sertijab Komando Lantamal IV Tanjungpinang, Jumat (8/2/2019) pagi. 

 Menurutnya, jajaran Koarmada I telah mengintensifkan kegiatan operasi wilayah laut maupun operasi udara guna mencegah dan memberantas berbagai kegiatan penyelundupan dengan melibatkan instansi terkait di wilayah administrasi Kepulauan Riau dan daerah sekitarnya. 

"Kita sudah melakukan operasi baik intelijen maupun operasi laut kapal RI di selat Malaka maupun selat Singapura, karena sangat rawan terjadi penyelundupan berbagai macam barang ilegal baik BPM, Miras, HP, rokok, narkoba," terangnya. 

Menurut Yudo Margono, Indonesia menjadi salah satu tujuan pengiriman narkoba dan berbagai barang penyelundupan dari para kelompok negara lain. 

"Tentunya negara kita banyak konsumtif narkoba dan barang ilegal lainnya. Karena barang-barang itu harganya mahal di sini," imbuhnya. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua