Mantan THL Kejari Bintan Bersama Enam Jaringan Narkoba Diamankan Polisi
06 Februari 2019
Tujuh jaringan pengedar narkoba diamankan Satres Narkoba dan Satpoair Polres Tanjungpinang Jumat (25/1/2019). Salah satu tersangka, DH (34) diketahui merupakan mantan THL di Kejari Bintan. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Mantan tenaga harian lepas (THL) yang bekerja sebagai petugas keberhasilan (cleaning service) Kejaksaan Negeri Bintan, dibekuk jajaran Satres Narkoba Polres Tanjungpinang karena diduga mengedarkan narkotika.

THL Kejari Bintan berinisial DH (34) ini ditangkap bersama enam tersangka lain: BD (41), BN (37), JL (39), DS (24), JD (41), MM (43). Mereka ditangkap di empat lokasi, Jumat (25/1/2019) lalu. Barang bukti yang diamankan 24 paket sabu seberat 14,86 gram dan 1 paket serbuk ekstasi seberat 0,53 gram. 

Kepala Satuan Resnarkoba Polres Tanjungpinang, AKP R Moch Dwi Ramandhanto menerangkan, DH telah dipecat dari tempat kerjanya sekitar 5 atau 6 bulan lalu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, diamankannya DH dan lima tersangka lainnya ini merupakan pengembangan dari ditangkapnya BD  (41) oleh patroli Satuan Polair Polres Tanjungpinang di perairan laut Batu Hitam. 

Dari diamankannya BD inilah kemudian Satres Narkoba melakukan pengembangan dengan menangkap 6 tersangka lain termasuk DH di hari yang sama.

DH diamankan bersama pelaku MM di rumah sekaligus PT di Jalan Raja Haji Fisabilillah Gang Garuda II, Kilometer 8 sekitar pukul 18.00 WIB. Tersangka JL, DS, dan JD dibekuk di bengkel mobil AS Motor nomor 10, Jalan Yos Sudarso Gang Nila, Kecamatan Tanjungpinang Barat. Tersangka BN ditangkap di perumahan Villa Kuantan, Jalan Kuantan, Kota Tanjungpinang sekitar pukul 15.00 WIB. 

Dwi Ramadhanto menjelaskan, ketujuh sindikat narkoba ini dijerat dengan pasal 112 ayat (1) serta ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) kemudian pasal 114 ayat (1) serta ayat (2) dan atau pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. 

"Hukuman penjara ada yang minimal 4 tahun hingga 12 tahun. Ada juga paling lama seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun maksimal 20 tahun," imbuh Dwi. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua