Kejari Tanjungpinang Limpahkan Perkara Dugaan Korupsi DAK Pendidikan ke APIP
31 Januari 2019
Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Ahelya Bustami. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang melimpahkan kasus dugaan penyelewengan dana alokasi khusus (DAK) pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana 16 SD maupun SMP ke Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) setempat untuk diperiksa kerugian negaranya. 

Anggaran pembangunan sekolah itu bersumber dari DAK APBN tahun 2017 senilai Rp8,6 miliar melalui Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. 

"Ada waktu 60 hari pemeriksaan, kita serahkan ke APIP akhir Desember 2018 kemarin," ucap Kejari Tanjungpinang, Ahelya Abustam usai pemusnahan barang bukti tindak pidana khusus dan umum di Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Jalan Ganet, Tanjungpinang, Kamis (31/1/2019). 

"Belum kita temukan kerugian negara jadi kita kembalikan kepada APIP untuk menyelesaikan temuan dari inspektorat tersebut," sambungnya. 

Sebelumnya, perkara dimaksud pihaknya telah dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat dinas terkait pada November 2018 lalu. 

Namun menurut Ahelya Abustam, pihaknya tak melanjutkan proses penyidikan karena Kejaksaan telah melakukan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Ditjen Mendagri, Kejagung dan Polri. 

Yakni, setiap perkara tindak pidana korupsi yang mencakup pemerintahan daerah, terlebih dahulu diserahkan kepada APIP. 

"Selanjutnya, APIP akan menindaklanjuti apabila ada temuan kerugian negara maka kemudian diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang atau pihak Kepolisian untuk ditindaklanjuti," terangnya.

Ahelya menegaskan, Kejari Tanjungpinang tetap melakukan penindakan hukum terkait kasus dimaksud. 

"Ini kan hanya kebijakan untuk diserahkan ke APIP," imbuhnya kepada sejumlah jurnalis. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua