Barang Bukti Rp 5 M Dimusnahkan Kejari Tanjungpinang
31 Januari 2019
Pemusnahan barang bukti oleh Kejaksaan Negeri Tanjungpinang di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) jalan Ganet Tanjungpinang, Kamis (31/1/2019). (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Kamis (31/1/2019) pagi memusnahkan barang bukti tindak pidana khusus dan umum.

Pemusnahan dilaksanakan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Jalan Ganet, dipimpin Kejari Tanjungpinang Ahelya Bustami, dihadiri perwakilan Bea Cukai, Polres serta BNN Tanjungpinang.

Untuk tindak pidana khusus, barang bukti dimusnahkan terdiri dari 48 item barang, diantaranya dokumen surat jalan, pakaian jadi, pita, jam tangan, kosmetik, serta kamera intai (CCTV). Barang bukti pelanggaran izin ekspor impor barang ini senilai Rp5 milyar, merupakan hasil tangkapan Bea Cukai dengan terdakwa atas nama Rusfian Alfarizi.

Berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang, barang bukti ini dimusnahkan dengan cara dibakar.

Menurut Kasipidasus Kejari Tanjungpinang Budi Sastra, dari barang bukti yang disita sebagian diantaranya dikembalikan kepada terdakwa setelah memenuhi kewajiban membayar bea masuk ekspor dan impor.

Selain hasil tangkapan Bea Cukai, dalam kesempatan ini juga dilakukan pemusnahan barang bukti berupa 584,47 gram, 33,2 gram ganja, 10 butir pil ekstasi, termasuk pula mancis, timbangan serta alat hisap. Barang bukti narkotika ini merupakan hasil tangkapan Polres dan BNN Tanjungpinang November-Desember 2018.

Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Bustami menjelaskan, dalam hal pemusnahan barang bukti ini pihaknya akan mengupayakan untuk disegerakan.

"Saya memang minta kepada Kasipidasus dan Kasipidum untuk menyegerakan. Seminggu setelah menerima putusan PN harus dimusnahkan," kata Ahelya dalam sebutannya.

Penyerahan pemusnahan ini dia sebut diantaranya untuk menghindari menumpuknya barang bukti dan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Khusus narkotika, dalam tiga bulan saja barang bukti yang terkumpul sudah banyak. Dan ini diharapkan untuk segera dimusnahkan," papar Ahelya. (Andri/Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua