Gara-gara HP, Ibu Muda Babak Belur Dihajar Suami
30 Januari 2019
Lalu Ahmad Rodian, Petugas Pendamping di UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berenacana Provinsi Kepri. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Ibu muda SM (23) mengalami memar di sekujur tubuh setelah dianiaya suaminya EK (27) pada Senin (28/1/2019). 

Penganiayaan terjadi di kediaman mereka di Rawasari Tanjungpinang. Naifnya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi di hadapan mertua korban. Kasus ini diketahui telah dilaporkan korban ke Mapolres Tanjungpinang.

Sebagaimana disampaikan Lalu Ahmad Rodian, Petugas Pendamping di UPT Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berenacana Provinsi Kepri, penganiayaan terhadap SM berawal dari niatnya yang hendak membuka ponsel milik suaminya.

Keinginan itu dia lakukan karena curiga suaminya berselingkuh. Upaya SM itu dilarang suaminya. Keduanya cekcok. EK yang emosi melakukan kekerasan hingga SM mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.

"SM luka-luka lebam di kedua tangannya," terangnya.

Ahmad Rodian menyebut jika SM telah memberikan pengaduan dan pihaknya saat ini tengah melakukan penilaian secara komprehensif atas perkara yang dialami ibu satu anak itu. 

Selain itu, P2TP2A akan melakukan pendampingan kesehatan, termasu pendampingan hukum, dan pendampingan status pernikahan dan anaknya. 

"Kemarin korban melapor ke Polres Tanjungpinang," pungkasnya. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua