Warga Tanjungpinang Ditetapkan Sebagai Tersangka Penyebar Ujaran Kebencian
30 Januari 2019
Afurwan Divine (kanan) ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian oleh Sat Reskrim Polres Tanjungpianang. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Sat Reskrim Polres Tanjungpinang Tanjungpinang menetapkan Afurwan Divine sebagai tersangka ujaran kebencian di salah satu grup Facebook, Info Tanjungpinang. 

Afurwan ditetapkan tersagka setelah dilaporkan seorang warga Tanjungpinang pada Jumat (25/1/2019) lalu. Afurwan diketahui merupakan warga Tanjungpinang Timur.

Dalam status diunggahnya pada Kamis (24/1/2019) sekitar pukul 21.20 WIB, Afurwan mendiskreditkan agama tertentu dengan menyebut sebagai orang yang sok suci dan merasa paling benar. Dalam postingannya dia juga menyebut birokrat dengan ungkapan tidak pantas yang menjual tanah airnya demi perut tanpa memikirkan kelangsungan anak cucu.

Unggahannya ini memancing peredebatan serta kemarahan banyak warga net yang kemudian melaporkan dirinya pada keesokan harinya.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, pihaknya menetapkan tersangka karena diduga kuat melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tahun 2018, pasal 45 huruf (a) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. 

"Kemudian langsung kita amankan pelaku sesuai amanat UU ITE. Mulai hari Jumat, hari Sabtu kita tahan," jelas Efendri di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (30/1/2019). 

Atas perkara itu, Efendri mengimbau masyarakat untuk menjaga lisan, tulisan dan tangan dalam bermedia sosial. Manfaatkan media ke hal-hal yang positif. 

"Hati-hatilah menggunakan Facebook atau media sosial lainnya," tutupnya. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua