Pelaku Sodomi Pernah Rekam Bocah Beradegan Seks
29 Januari 2019
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (KPA) Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, Ipda Dia Cynthia Siregar. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Tersangka kekerasan seksual S (35) yang diamankan Satpol Reskrim Polres Tanjungpinang karena mencabuli anak bawah umur ternyata seorang residivis kasus sama. Dia diketahui pernah memerintahkan anak-anak melakukan adegan seksual dan kemudian merekamnya.

Kejahatan seksual dilakukan S ini dipaparkan Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (KPA) Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, Ipda Dia Cynthia Siregar, Selasa (29/1/2019).

Menurut Dhia, kejahatan dilakukan S itu berlangsung di Natuna 2009 silam.

"Terlapor (S) menyuruh anak-anak main di Natuna. Terus dia buat video. Saat itu masih dikenakan pasal pencabulan," ucap Dhia di halaman Polres Tanjungpinang.

Dia menyebut pihaknya saat ini sedang mendalami berkas di Pengadilan Negeri Tanjungpinang atas kasus dimaksud. 

Sebagaimana diketahui, belum lama ini S ditangkap jajaran Sat Reskrim Polres Tanjungpinang setelah dilaporkan menyodomi seorang remaja 14 tahun di Tanjungpinang. Kejahatan seksual itu dia lakukan saat korban menginap di kamarnya. Korban disodomi di bawah ancaman. S mengacungkan pisau kepada korban yang sebelumnya mencoba melawan. 

 Menurut Dhia, pihaknya saat ini tengah mengembangkan kasusnya. Diantaranya, menunggu hasil visum dokter di rumah sakit setempat. 

"Barang bukti diamankan sehelai sarung," jelasnya. 

Ia memaparkan kembali, korban sering main dan tidur di rumah kontrakan pelaku selama ini. Kronologisnya, F terbangun saat badanya di bagian belakang terasa hangat tanpa pakaian dan posisi pelaku ada di belakang sedang memeluknya. 

Kemudian korban ketakutan karena melihat 2 bilah pisau ada di pipi kanan dan kiri F pada pukul 00.00 WIB, Kamis (24/1/2019). 

"Gak ada iming-iming cuma anak sering main di kost pelaku," ceritanya. 

Atas tindakan pelaku dijerat pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua