Jurnalis Usung Keranda Menolak Remisi Bagi Pembunuh Wartawan Radar Bali
25 Januari 2019
Jurnalis Tanjungpinang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan sejumlah wartawan dari organisasi lainnya berunjukrasa menolak diberikannya remisi terhadap otak pembunuh wartawan Radar Bali. Dalam aksi daksanakan di Lapangan Pamedan, Jumat (25/1/2019) siang tadi, jurnalis mengusung keranda tanda matinya kebebasan pers. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Puluhan penggiat jurnalistik tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang dan sejumlah organisasi wartawan yang ada di Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau berunjukrasa di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Jumat (25/1/2019).
 
Dalam aksi ini para jurnalis menuntut dicabutnya  Kepres nomor 29/2018 yang memberikan remisi terhadap In Nyoman Sukamara, otak pelaku pembunuh wartawan Radar Bali,  Prabangsa 9 tahun silam. Dalam remisi tersebut, presiden mengurangi masa tahanan penjara dari seumur hidup menjadi penjara sementara. 

Kekecewaan jurnalis diwujudkan dengan dibentangkannya berbagai poster berisi tuntutan serta mengecam berbagai bentuk intimidasi terhadap kerja jurnalis. 

Kekecewaan juga ditandai dengan diusungnya keranda bertuliskan tuntutan agar Presiden mencabut remisi terhadap otak pembunuh wartawan.

Ketua AJI Tanjungpinang, Jailani menegaskan jika pemberian remisi itu adalah sebagai bentuk kemunduran atas kebebasan pers yang selama ini telah diperjuangkan.

"Kami meminta Presiden Joko Widodo mencabut pemberian remisi kepada Sukamara," tegas Jailani.

Selain orasi dan aksi teatrikal, dalam aksi protes juga dilaksanakan diskusi melibatkan mahasiswa dan akademisi.

Aksi diakhiri dengan memberikan petisi penolakan kepada Kanwil Kemenkumham Kepulauan Riau. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua