Kedisiplinan ASN Masih Rendah, Absensi Sidik Jari Pemprov Kepri Akan Dikaji Ulang
24 Januari 2019
Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemprov Kepri. Gubernur Nurdin Basirun menyatakan akan meninjau ulang penerapan absensi sidik jari. (Foto: Dokumen inilahkepri)
  INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengakui tingkat kedisplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Kepri masih rendah kendati sudah diterapkan sistem absensi sidik jari (fingerprint).


Nurdin, kepada sejumlah jurnalis yang mewawancarainya, Rabu (23/1/2019) mengaku sering mendapat laporan soal prilaku ASN yang keluyuran dan duduk di warung kopi saat jam kerja.


"Mereka biasanya hanya absen pagi, kemudian pergi ke warung kopi. Setelah itu kembali lagi untuk absen pulang," kata Nurdin.


Prilaku ASN seperti ini disebut Nurdin mencerminkan adanya budaya korupsi waktu yang ditunjukkan oleh seorang abdi negara di hadapan publik.


"Akibatnya, tugas dan fungsi ASN sebagai pelayan masyarakat tidak terlaksana dengan baik," imbuhnya.


Nurdin menyebut dirinya telah meminta Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepri menindaklanjuti para ASN yang ketahuan melanggar aturan tersebut.


Selain itu, lanjut Nurdin, pihaknya juga akan mengevaluasi lagi penerapan absensi menggunakan sidik jari, agar tidak ada lagi ASN yang bolos saat bekerja.


"Akan kita kaji lagi kelebihan maupun kekurangan absen sidik jari itu," sebutnya.


Nurdin mengimbau kepada seluruh ASN maupun honorer agar dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas kerja serta tanggungjawab terhadap tugas yang diamanahkan.


"Kalau alasan di kantor tidak ada pekerjaan, itu mustahil. Banyak yang bisa dikerjakan. Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mengubah perilaku ke arah yang lebih baik," ucap Nurdin. (Oma)





Berita Terkait
Lihat Semua