Pembunuh Supartini Dituntut 20 Tahun Penjara
23 Januari 2019
Nasrun dikawal Petugas Kejari Tanjungpinang dan Kepolisian dikawal keluar ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (23/1/2019). (Foto : IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Nasrun DJ, terdakwa pembunuh  Supartini dituntut 20 tahun penjara, Rabu (23/1/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang, Nolly Wijaya dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menyatakan Nasrun sengaja dan berencana menghilangkan nyawa Supartini sebagaimana pasal 340  KUHP. 

Selama persidangan, Nasrun dianggap memberikan keterangan berbelit-belit yang menjadi alasan memberatkan terhadap tuntutannya. 

Namun Nasrun yang belum pernah dihukum menjadi alasan meringankan.
 
Atas tuntutan ini, Nasrun melalui penasehat hukummya mengajukan pembelaan.  Ketua Majelis Hakim Eduard P Sihaloho menunda persidangan hingga pekan depan. 

Sebagaimana diketahui, Supartinj, janda berusia 37 tahun ditemukan tak bernyawa di bawah Jembatan Wacopek Minggu 15 Juli 2018 lalu.

Kondisinya saat itu mengenaskan. Sebagian tubunya dimasukkan ke dalam karung yang diberi pemberat berupa batu.

Kepolisian Polres Tanjungpinang berhasil mengungkap pelaku pembunuhan sadis itu, yang tak lain adalah Nasrun DJ, Manager Operasional  PT Bodhi Sinar Cipta, sebuah perusahaan pengembang perumahan ternama di Tanjungpinang.

Pembunuhan dilatarbelakangi asmara. Supartini yang dalam keadaan hamil 3 bulan dibawa kebun di Jalan Ganet. 

Di perkebunan tak jauh dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah itu nyawa Supartini dihabisi Nasrun menggunakan kayu. Dalam keadaan tak bernyawa, tubuh Supartini dimasukkan ke dalam karung, dan akhirnya dibuang di sungai tempat dia ditemukan. (Andri)






Berita Terkait
Lihat Semua