Terumbu Raya, Hamparan Pasir Tengah Laut Tersembunyi di Tanjungpinang
23 Januari 2019
Sekelompok pria berjalan di atas hamparan pasir di tengah laut. Pulau ini disebut Terumbu Raya. Belum banyak orang mengetahui tempat ini disebabkan lokasinya yang tersembunyi. (Foto: Azim untuk inilahkepri.com)
Tak disangka di Tanjungpinang ternyata terdapat sebuah hamparan pasir di tengah laut yang jika air surut akan terbentang sejauh 1 kilometer. Hamparan pasir tengah laut - atau disebut barrier island ini - dinamai Terumbu Raya.

Pewarta : Andri Mediansyah

Sebuah foto dari udara menampakkan bentangan pasir putih memanjang, melengkung di bagian ujungnya. Sekelompok pria terlihat berjalan di atas pasir yang sebagian besar masih digenangi air laut yang sesekali menghantar ombak berkejaran di atasnya.

Hamparan pasir itu dikelilingi hijau padang lamun - ekosistem khas laut dangkal di perairan hangat dan didominasi tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin. 

Jernih air yang mengakibatkan padang lamun di tempat itu dapat terlihat jelas dari udara. Dari sini, pulau-pulau di sekitar terlihat kecil. Selebihnya adalah batas katulistiwa yang akan memperlihatkan matahari terbit atau tenggelam di sisi Timur dan Barat. 

Foto itu dihasilkan Azim. Ketika bertandang ke sana beberapa waktu lalu, fotografer yang bekerja di Humas Pemerintah Kota Tanjungpinang ini mengabadikannya melalui kamera drone

"Tidak banyak yang tahu keberadaan pulau ini. Mungkin orang tidak percaya ini ada di Tanjungpinang," kata Boby Wira Satria, Kepala Bagian Humas dan Protokol Tanjungpinang yang beberapa waktu lalu bersama Azim bertandang ke sana.

Warga sekitar menamai hamparan pasir itu dengan sebutan Terumbu Raya. Nama ini disematkan karena barrier island ini dikelilingi padang lamun. Barrier island adalah pulau yang tidak terlalu luas dan terletak sejajar dengan garis pantai. Dengan kata lain, barrier island dapat menjadi penyangga suatu daratan dibelakangnya. 

Oleh sebagian kalangan, Terumbu Raya terbentuk dari sedimen pasir yang terbawa arus laut. Posisi tempat Terumbu Raya berada merupakan pusat pertemuan arus dari arah Lobam Bintan dan Tanjungpinang.

"Arus dari dua sisi membawa pasir yang dalam waktu lama menyebabkan pasir terus menumpuk hingga naik ke permukaan," ungkap Boby.

Untuk menuju Terumbu Raya, satu-satunya cara adalah dengan menyewa pompong (perahu bermesin). Di Tanjungpinang atau Pulau Penyengat yang merupakan salah satu pulau berpenduduk terdekat terdapat banyak penambang pompong yang bisa diajak bernegosiasi untuk mengantar ke tempat itu. 

Waktu tempuh ke Terumbu Raya relatif singkat. Dibutuhkan setidaknya 20-30 menit perjalanan dalam kondisi cuaca bagus dan angin teduh.

Menurut Boby, waktu terbaik ke Terumbu Raya adalah saat pagi atau menjelang sore. Di Terumbu Raya tidak ada satu pohon pun yang bisa dijadikan pelindung dari sengat matahari.

Di Terumbu Raya, Anda dapat melakukan berbagai aktivitas menyenangkan. Mulai dari snorkeling atau diving, menyaksikan sunset dan sunrise, atau sekedar mencari kerang dan remis.

"Di sini, dari kejauhan akan nampak Pulau Penyengat, Lobam dan Pulau Karas. Posisinya memang dikepung tiga pulau ini," ungkap Bobby.

Menurutnya, Terumbu Raya merupakan lokasi menyenangkan. Terutama bagi mereka yang gemar berpetualang dan mencintai laut serta alam di bawahnya. (*) 




Berita Terkait
Lihat Semua