Limbah Minyah Hitam Mulai Cemari Pantai Bintan
22 Januari 2019
Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau, B3 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Riau bersama manajemen PT BRC meninjau kawasan pantai yang tercemar limbah minyak hitam, Selasa (22/1/2019). (Foto: IST/DPRD Kepri)
INILAHKEPRI, BINTAN - Limbah minyak hitam (sludge oil) mulai mencemari sebagian pantai yang ada di Kabupaten Bintan. Kondisi ini dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap dunia pariwisata.

Limbah minyak hitam diantaranya mulai memenuhi kawasan pariwisata yang ada di Pantai Sakerah dan kawasan wisata ekslusif Bintan Cakrawala Resort (BRC).

Rai, Manager Lingkungan PT BRC menegaskan jika pencemaran yang disebabkan oleh limbah minyak hitam ini sangat mengganggu. 

“Selain mengakibatkan kerusakan lingkungan, limbah ini sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan di tempat kami,” Katanya, Selasa (22/1/2019).

Menurutnya, dari 105 km pantai yang dikelola PT BRC, sekitar 9-10 km diantaranya telah terkena dampak limbah tersebut. Kondisi ini dia katakan menimbulkan protes dari pihak hotel yang ada di kawasan tersebut.

“Pihak hotel yang berada di kawasan pantai yang terdampak limbah tersebut sering komplain. Apalagi memasuki musim angin utara seperi sekarang ini,” ungkapnya.

Terkait ini, Rai menyatakan jika pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

“Limbah yang telah kami angkut dari bibir pantai selama Januari ini sudah mencapai 3,5 ton. Sedangkan pada tahun 2018 lalu total limbah mencapai 41,6 ton.” tutupnya. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua