Dugaan Kampanye di Kampus Caleg PSI Tanjungpinang Masuk Tahap Penyelidikan di Sentra Gakkumdu
21 Januari 2019
Kantor Bawaslu Tanjungpinang. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kasus dugaan pelanggaran kampanye salah seorang calon anggota legislatif (Caleg) DPRD nomor urut 2 daerah pemilihan Tanjungpinang Barat-Kota dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah masuk tahap penyelidikan di Sentra Gakkumdu (Bawaslu, Kejaksaan dan Kepolisian).

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Zaini menerangkan, terlapor berinisial RMP, diduga melakukan kampanye saat mahasiswa-mahasiswi sedang melaksanakan ujian semester genap di salah satu ruangan Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan, Kota Tanjungpinang beberapa waktu lalu. 

Menurutnya, selain mensosialisasikan diri di kelas secara lisan, RMP juga membagikan kartu nama caleg. 

"Sudah masuk tahap penyelidikan. Kita juga sudah meminta keterangan dari pihak pelopor (mahasiswa) dan saksi," ucap Zaini di Tanjungpinang, Senin (21/1/2019). 

Zaini menambahkan, tahap penyelidikan ini, pihaknya mengundang ahli dari KPU setempat untuk menambahkan keterangan terkait kasus dimaksud. 

"Tapi nanti perkembangan selanjutnya dikabari lagi karena masih dalam tahap penyelidikan," tuturnya. 

Dalam penanganan kasus itu, kata Zaini, jika caleg dimaksud terbukti melakukan pelanggaran kampanye di lembaga pendidikan maka terancam pidana Pemilu 2019.

"Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang no 17 tahun 2017 tentang Pemilu khususnya pasal 280 dan pasal 521," tutupnya. 

Dikonfirmasi Senin petang, Ketua Dewan Perwakilan Daerah PSI Kota Tanjungpinang, Andri Wanda menegaskan jika pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Sentra Gakkumdu. 

"Kita serahkan semuanya di pihak berwajib, dalam hal ini Sentra Gakkumdu. Kita tidak melawan hukum. Kita ambil yang benarnya ajalah," tuturnya. 

Menurutna, hal itu bertujuan untuk menjaga nama baik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) khususnya di Kota Tanjungpinang. 

"Inipun kita tidak sembarang melakukan klarifikasi hal-hal yang belum pasti," terangnya. 

Jika calegnya terbukti maka PSI akan menerima hasil putusan dari Sentra Gakkumdu. 

"Seandainya terbukti sesuai dengan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSI. Jelas kalau terbukti KPU mendiskualifikasi dari daftar caleg DPRD Kota Tanjungpinang nanti," pungkasnya. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua