Pejabat di Humas DPRD Kepri Itu Diperas Sejak Juli 2018
18 Januari 2019
Dua oknum anggota LSM yang ditangkap polisi setelah melakukan pemerasan terhadap pejabat di lingkup Sekwan Kepri. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi menyatakan jika dua oknum anggota LSM KPK yang pihaknya amankan Selasa (15/1/2019), sudah beberapa kali memeras pejabat di Humas DPRD Kepri.

Menurut Kapolres, aksi pemerasan itu berlangsung sejak Juli 2018. Dua tersangka, Alfian dan Ilham, membawa surat dari LSM KPK, meminta Rp300 juta untuk tidak melaporkan adanya kecurangan dilakukan Benito, ketika itu menjabat Kasubag Humas Sekwan Kepri. 

Di sebuah karaoke keluarga di Kawasan Bintan Center Tanjungpinang, Benito menyerahkan Rp10 juta. 

Di bulan yang sama, kedua tersangka yang ternyata memiliki kartu pers ini kembali meminta uang kepada Benito. Dana yang diminta Rp50 juta dengan kesepakatan tidak akan memberitakan kasus yang dituduhkan. Benito mengiyakan dan menyerahkan uang sejumlah yang diminta.

Senin 14 Januari 2019, berita mengenai BN terbit. Sehari berikutnya, Benito mengkonfirmasi, meminta berita dicabut. Alfian dan Ilham minta uang Rp80 juta. Setelah bernegosiasi, angka yang disepakati sebesar Rp50 juta.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Selasa (15/1/2019), mereka bertemu di basement Hotel CK, Tanjungpinang. Setelah uang di dalam amplop coklat diberikan, polisi langsung meringkus Alfian dan Ilham. Selain mengamankan uang, polisi juga menjadikan 3 unit telepon selular dan sepeda motor milik tersangka sebagai barang bukti.

"Dalam hal ini kami hanya menangani perkara pemerasannya," ujar AKBP Ucok Lasdin Silalahi.

"Kedua tersangka, dengan alasan memberitakan untuk diketahui khalayak ramai yang sebetulnya tidak terjadi. Kami sudah berkoordinasi dengan Humas Sekwan. Sudah ada audit internal yang dipisahkan dengan kasus ini," papar Ucok menanggapi pertanyaan soal sangkaan penyelewengan sebagaimana berita dibuat kedua tersangka. 

Kapolres menegaskan jika pemerasan yang dilakukan oleh kedua tersangka bukan merupakan kerja jurnalistik.

"Upaya menakut-nakuti memanfaatkan peran sebagai LSM," tegas Ucok lagi.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menambahkan, kedua tersangka yang kini dijerat pasal 368 dan 369 juncto pasal 55 KUHP ini merupakan buron Polres Lingga atas kasus yang sama.

Menurut Efendri, keduanya pernah dilaporkan memeras dua kepala desa di Kabupaten Lingga. (Andri)   




Berita Terkait
Lihat Semua