Temani Ibu Berjualan Kue, Bocah 9 Tahun Wafat Terseret Arus Banjir
18 Januari 2019
Petugas BPBD mengangkat tubuh Adi, bocah 9 tahun warga Tanjungunggat yang tewas terseret arus banjir di Jalan Anggrek Merah, Km 4,5 Tanjungpinang, Jumat (18/1/2019) pagi tadi. (Foto: hasil jepret video)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG – Seorang bocah berusia 9 tahun, Adi Putra, wafat setelah terseret banjir sejauh belasan meter di Jalan Anggrek Merah, Tanjungpinang, Jumat (18/1/2019) sekitar pukul 05.00 WIB.

Adi, warga Gang Swadaya RT02 RW 03 Jalan Sultan Machmud, Tanjungunggat ini ditemukan sudah tak bernyawa dua jam berselang. Dia dijumpai petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang di parit di Jalan Gatot Subroto, Batu 5.

"Saya sempat menarik tangan korban, tapi terlepas. Saya gak kuat karena arus cukup besar," kata Ami, salah seorang warga Anggrek Merah yang berada di lokasi kejadian. Saat itu dia sempat berupaya menolong korban.

Informasi diperoleh, saat kejadian berlangsung, Adi bersama saudaranya menemani ibunya, Lilis, berjualan kue dengan mengendarai sepeda motor. Di lokasi kejadian, Lilis berusaha memutar arah. Jalan di hadapannya terdapat genangan air cukup besar.

Saat memutar arah itulah seped motor yang dikendarai Lilis tergelincir. Mereka terjatuh. Naas, saat terjatuh itu, tubuh Adi terseret arus. (Andri) 





Berita Terkait
Lihat Semua