Oknum Polisi Polres Tanjungpinang Jadi Tersangka Pemukulan
16 Januari 2019
Kuasa Hukum ico Frynando, Agung Wiradharma SH. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Penyidik Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang menetapkan seorang oknum anggota kepolisian di Mapolres Tanjungpinang sebagai tersangka pemukulan terhadap Rico Frynando, seorang warga sipil.

Oknum kepolisian yang kini bertugas di Satuan Shabara Mapolres Tanjungpinang ini adalah Al Mulqu Iskandar. Penetapan tersangka dilakukan November 2018 lalu.

Hal ini dibenarkan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali. 

"Berkas sudah dikirim (ke Kejaksaan)," ujar Efendri Ali lewat pesan WhatsApp, Rabu (16/1/2019) malam.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lingga ini menyatakan pihaknya tidak melakukan penahanan terhadap Al Mulqu karena dianggap tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan tidak akan mengulangi perbuatanya.

"Yang bersangkutan tidak ditahan. Setiap hari masih bertugas di Satuan Shabara Polres. Kita tunggu persidangan," tambah Efendri Ali.

Kasus dugaan penganiayaan ini terjadi 17 Juni 2018 sekitar pukul 02.00 WIB.

Berawal dari saling senggol di Cafe Lumino, Pinang Citywalk,  Al Mulqu  memukul wajah Rico hingga menyebabkan hidungnya berdarah.

Pertengkaran kemudian berlanjut di depan Toko Buku Lotus, Bestari Mall. Di tempat itu, Al Mulqu mendatangi Rico yang menunggunya bersama tiga temannya. Saat itu Al Mulqu langsung melayangkan tendangan ke pinggang Rico.

Tak terima, Rico kemudian membalas memukul. Pukulan bahkan terus ia layangkan meski Al Mulqu terjatuh. Aksi perkelahian ini selesai setelah keduanya dipisahkan.

Al Mulqu kemudian membuat laporan sehingga Rico kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan telah menjalani pesidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Merasa tidak terima, pihak keluarga Rico juga mengadukan Al Mulqu pada 3 September 2018. Penyelidikan dilakukan penyidik Sat Reskrim akhirnya menetapkan oknum anggota kepolsian ini ditetapkan sebagai tersangka.

Ditemui di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu siang, kuasa hukum Rico menuntut perlakukan yang sama. 

"Kami berharap perlakukan sama diterapkan kepada tersangka. Jika klien kami ditahan, kami berharap tersangka juga ditahan," ungkap Agung. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua