Polisi Masih Mengejar 2 Terduga Pengeroyokan di Jembatan Dompak
16 Januari 2019
Salah satu tersangka pengeroyokan di Jembatan Dompak yang diamankan polisi, Kamis (27/12/2018) lalu. Kini petugas Polsek Tanjungpinang Barat masih memburu dua pemuda lainnya yang diduga turut melakukan pengeroyokan. (Foto: IST/Polsek Tanjungpinang Barat)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pihak Kepolisian Polsek Tanjungpinang Barat masih memburu dua pemuda terduga pelaku pegeroyokan di Jembatan Dompak, Tanjungpinang, Kamis (27/12/2018)lalu. 

Kapolsek Tanjungpinang Barat, Iptu Firudin melalui Kanit Reskrim Ipda Raja Vindho, Rabu (16/1/2019) mengungkapkan, keterlibatan dua pelaku lainnya dalam kasus pengeroyokan ini setelah pihaknya melakukan pengembangan.

"Dari penyelidikan yang dilakukan, masih ada dua terduga lainnya yang turut serta melakukan pengeroyokan," kata Vindho, Rabu (16/1/2019).

Sejauh ini, Polsek Tanjungpinang telah mengamankan lima pemuda diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap korban bernama Antoni Heri Sukidi (22). Dua diantara lima pemuda yang diamankan di hari kejadian 2 diantaranya kini telah mendekam di balik jeruji. Dua orang lagi diketahui masih anak-anak sehingga diambil jalur diversi (tersangka tidak ditahan dan menjalani penyelesaian perkara di luar peradilan).

"Sedangkan seorang lagi masih dalam lidik (belum dipastikan keterlibatannya)," kata Vindho.

Dari diamankannya kelima pemuda tersebut, pihak Polsek Tanjungpinang Barat mendapat keterangan masih ada dua orang lagi yang diduga sebagai pelaku.

"Dua inilah yang sedang kita lakukan pengejaran," terang Vindho.

Aksi pengeroyokan ini berlangsung Kamis 27 Desember 2018, sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu korban bersama dua temannya memancing ikan dan tiba-tiba didatangi sekelompok pria mengendarai sepeda motor. 

Salah satu diantara pemuda itu memanggil korban, memukulnya, yang kemudian dikuti oleh lainnya. Akibat perkelahian tidak imbang ini korban mengalami luka cukup parah. Mulai dari bagian kepala hingga sekujur tubuhnya memar. 

Aksi ini lalu dilaporkan korban yang datang bersama keluarganya. Dari penyelidikan dilakukan pada hari yang sama polisi berhasil menangkap sejumlah pelaku.

"Motif pengeroyokan ini sebenarnya sepele. Pelaku bernama Hotman dihasut oleh pelaku lain, disebut korban mengejek dirinya. Sebenarnya korban dengan pelaku lainnya adalah berteman," terang Vindho.

Dalam kasus ini, polisi menerapkan pasal 170 KUHP yang pelakunya diancam dengan 7 tahun kurungan. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua