TNI AL Lakukan Pengawasan Laut Untuk Mengantisipasi Limbah Minyak Hitam
15 Januari 2019
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama R Eko Suyatno. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama R Eko Suyatno menegasakan jika pihaknya tetap mengantisipasi pembuangan limbah minyak yang dimungkinkan akan mencemari perairan maupun kawasan pesisir Kepri.

Antisipasi dimaksud adalaj dengan melakukan pengawasan di laut.

"Pengawasan tetap dilakukan. Koarmada I mendispersikan kapal-kapal kita yang ada di Selat Singapura dan Selat Malaka. Itu ada 3 sampai 5 kapal. Sampai Natuna juga. Di sana ada 2 kapal," demikian disampaikan Danlantamal IV di Tanjungpinang, Senin (14/1/2019).

Menurut Laksma Eko, limbah minyak hitam yang ada di kawasan pesisir Kepri, khususnya Bintan, berasal dari tumpahan minyak yang sengaja dibuang oleh kapal-kapal yang melintas di kawasan perbatasan. 

"Itu biasanya perilaku orang kita. Atau bisa disebabkan oleh kapal tabrakan," tambah Danlantamal IV. 

Salah satu permasalahan yang muncul di kawasan pesisir Bintan saat berlangsungnya musim Angin Utara adalah limbah minyak hitam (sludge oil) yang kerap mencemari kawasan pantai, termasuk kawasan pariwisata.

Kondisi ini nyaris berlangsung sepanjang tahun, menggangu aktivitas nelayan dan dunia pariwisata. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua