Harus Ada Sanksi Tegas Untuk Memerangi Sampah
14 Januari 2019
Seorang warga memungut sampah di kawasan pesisir Tanjungpinang, Senin (14/1/2019). Permasalahan sampah masih menjadi persoalan di ibukota yang dibutuhkan sanksi tegas untuk memeranginya. (Foto: Andri)
 INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Sampah, khususnya sampah laut, masih menjadi persoalan dihadapi Kota Tanjungpinang. Berbagai upaya dalam mengurangi volume sampah terus dilakukan berbagai pihak, khususnya oleh Pemerintah Kota. Dibutuhkan sanksi tegas sebagai bentuk lain dalam upaya memerangi sampah ini.

Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono, Senin (14/1/2019) mengatakan, upaya Pemko dalam mengurangi volume sampah diantaranya dengan melaksanakan gotong-royong rutin setiap akhir pekan. Dikoordinir kelurahan dan kecamatan yang diawasi masing-masing OPD yang ada melakukan kegiatan bersih-bersih dilasanakan di daerah masing-masing. 

Upaya mengurangi sampah juga dilakukan dengan kegiatan bersih-bersih bersifat massal, yakni dengan melibatkan banyak pihak.

"Tahun lalu, sebanyak 300 truk sampah di pesisir diangkut sepanjang 10 hari. Tapi tetap saja itu tidak maksimal dalam mengurangi persoalan sampah yang dihadapi," ujar Sekda.

Menurut Riono, yang dibutuhkan dalam memerangi persoalan sampah adalah pemberian sanksi bagi mereka yang membuang sampah di sembarang tempat. 

Fakta yang terjadi saat ini banyak ditemukan warga membuang sampah sembarangan.

"Mindset masyarakat harus diubah. Tapi faktanya memang sulit untuk mengakomodir warga untuk membuang sampah semabarangan," tambah Riono.

Pemerintah Tanjungpinang sendiri disebut Sekda saat ini telah memiliki Perda Pengelolaan Sampah. Tapi Perda dimaksud belum berjalan efektif karena masih menunggu Peraturan Wali Kota (Perwako) sebagai turunannya.

"Ada sanksi-sanksi yang harus diterapkan di dalamnya. Dan inilah yang sedang dicari formulasinya, karena perlu dipikirkan sanksi yang pas bagi warga yang melanggar aturan," pungkas Riono. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua