Polisi Akan Segera Tetapkan Tersangka Kasus Penghadangan Komisioner Bawaslu Tanjungpinang
13 Januari 2019
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Satuan Reskrim Polres Tanjungpinang akan segera melakukan gelar perkara dugaan pengancaman koisioner Bawaslu Tanjungpinang untuk kemudian menetapkan tersangkanya.

Kepala Satreskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali di Tanjungpinang, Minggu (13/1/2019) menjelaskan, terkait kasus ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan 8 orang saksi.

Kedelapan saksi dimaksud terdiri dari empat orang berasal dari Bawaslu Tanjungpinang (komisioner dan staf), dan empat lainnya merupakan warga Jalan Batu Naga, Sei Jari, Dompak yang merupakan tempat berlangsungnya pengancaman.

"Dalam waktu dekat menyusul pemeriksaan terhadap Pak RT dan RW setempat," jelas Ali.

Belum lama ini, lanjut Ali, Penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang telah melakukan reka ulang di tempat kejadian perkara.

"Berdasarkan penyelidikan dan reka ulang di TKP, kuat dugaan unsurnya terpenuhi," tegas Ali.

Unsur pidana dimaksud adalah sebagaimana pasal 212 KUHP,  mengatur mengenai kekerasan yang dilakukan terhadap aparat, dalam hal ini Komisioner Bawaslu Tanjungpinang dan stafnya yang sedang melakukan investigasi terkait kasus dugaan money politik diduga dilakukan seorang oknum caleg DPRD Tanjungpinang Dapil Bukit Bestari berinisial MB.

"Dari gelar perkara nantinya kita akan segera menetapkan tersangkanya," jelas Efendri Ali lagi.

Berdasar pasal 212 KUHP itu, tersanka  (orang yang melakukan kekerasan terhadap aparat yang sedang melakukan tugas yang sah) dapat dihukum penjara paling lama 1 tahun 4 bulan dan denda paling banyak Rp4,5 juta.

Dalam perkara ini, Ali menyebut jika pihaknya hanya menangani perkara sebagaimana delik aduan.

"Kita hanya menangani penghalang-halangan sebagaimana pasal 212 KUHP. Mengenai dugaan money poltic itu merupakan ranah Gakkumdu," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rabu (9/1/2019), lima orang pria menggunakan sepeda motor menghadang Komisioner Bawaslu Tanjungpinang, Maryamah dan sejumlah stafnya yang akan menemui sejumlah warga setempat untuk mengklarifikasi adanya dugaan praktik politik uang di Sei Jari, Jalan Batu Naga, Dompak.

Salah seorang pria ketika itu menghalang-halangi Komisioner dan staf Bawaslu Tanjungpinag untuk melakukan tugasnya dengan memaksa meninggalkan kampung tersebut.

Aksi penghalang-halangan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan warga setempat ini sempat direkam oleh Maryamah yang kemudian melaporkannya ke Polres Tanjungpinang sehari setelah kejadian itu berlangsung. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua