Dua Tersangka Korupsi Pelabuhan Dompak Dijebloskan ke Penjara
10 Januari 2019
Dua tersangka kasus korupsi Pelabuhan Dompak, Hariyadi dan Berto digiring penyidik Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Kamis (10/1/2019). Keduanya ditahan di Rutan Tanjungpinang setelah penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melimpahkan berkas perkara tahap II (P21) kepada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dua tersangka kasus korupsi Pelabuhan Dompak, Tanjungpinang, Hariyadi dan Berto dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang, Kamis (10/1/2019). 


Penahanan dilakukan setelah berkas tahap II (P21) keduanya dilimpahkan dari Sat Reskrim Polres Tanjungpinang ke Kejaksaan Negeri setempat. 

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali menjelaskan, kedua tersangka diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi pembangunan tambahan sarana dan prasarana Pelabuhan Laut Dompak sebesar Rp5,024 miliar.

Sumber dana proyek Pelabuhan Dompak berasal dari APBN tahun 2015 dengan pagu anggaran sebesar Rp10 miliar dan nilai kontrak Rp9.242.350.000.

Efendri menyebutkan, Hariyadi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), KSOP Kelas II Tanjungpinang dan Berto Riawan sebagai Direktur Cabang PT Karya Tunggal Mulya Abadi selaku memenang tender pelaksanaan proyek. 

"Dimana tadi pagi Unit Tipikor dengan membawa dua tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Maka terhitung mulai hari ini tanggungjawab penahanan sudah beralih ke (JPU) sambil menunggu pemeriksaan," tutur Ali.

Dari hasil pemeriksaan penyidik, lanjutnya, kedua tersangka diduga melakukan kerjasama. Dimana Hariyadi menyetujui segala bentuk dokumen pekerjaan yang disusun oleh Berto tanpa dilakukan kroscek secara teliti. 

Modus yang dilakukan oleh Haryadi menyetujui segala bentuk dokumen pekerjaan yang dilakukan oleh Berto tanpa dilakukan kroscek. Dan boleh dikatakan kerjasama 

"Lebih kepada tidak melakukan kewajibannya selalu PPK. Anggaran yang disediakan negara hanya dibelanjakan setengahnya. Sementara laporannya ril 100%," imbuhnya. 

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Tanjungpinang, Budi Sastera menerangkan, JPU menahan kedua tersangka selama 19 hari kedepan di Rutan Tanjungpinang. Sebelum masa tahan berakhir, maka pihaknya akan segera mengirim berkasnya ke Pengadilan Negeri. 

"Tersangka dan barang bukti berupa Rp250 juta hingga sertifikat ruko sudah diserahkan," tuturnya. 

Budi menambahkan, kedua tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 KUHP.  (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua