Tingkat Kejahatan di Ibukota Kepri Menurun
31 Desember 2018
Ilustrasi: Seorang tersangka tindak kejahatan yang berhasil dibekuk jajaran Sat Reskrim Polres Tanjungpinang beberapa waktu lalu. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Polres Tanjungpinang mencatat penurunan tingkat kejahatan sebesar 13 persen di ibukota Kepulauan Riau, Tanjungpinang pada 2018.

Kapolres Tanjungpinang, Ucok Lasdin Silalahi, Senin (31/12/2018) siang memaparkan, sepanjang 2018 ini, pihaknya mencatat adanya 283 kasus di Tanjungpinang sepanjang tahun 2018. Sebanyak 220 perkara atau 77 persen dari jumlah kasus yang ada berhasil diselesaikan dengan melibatkan sebanyak 100 orang.

"Jika dibandingkan tahun 2017 dengan 2018, crime totalnya menurun 13%, crime clereance naik 37%, clereance rate naik menjadi 21% dan crime rate 51 orang," terang Ucok didampingi Wakapolres, Kompol Sujoko serta sejumlah pejabat teras Polres setempat.

Lanjut Ucok menyebutkan, kasus yang paling menonjol antara 2017 dan 2018 adalah tindakan pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yakni 77 kasus. Jumlah kejadian menurun 22 persen dibanding 2017. Sedangkan hasil pidananya naik 6 kasus atau 75 persen. 

Kemudian kasus pencurian dengan kekerasan (curas) meningkat 57 persen atau 4 kasus. Hasil pidananya juga naik 900 persen. Pencurian dengan pemberatan (curat) berjumlah 91 kasus, turun 14 persen dan juga hasil pidananya turun 5 persen. 


Sedangkan untuk narkoba, Ucok menyebut statistik kasus narkoba mencapai 110 kasus, dengan perbandingan data kejahatan meningkat 32 persen, crime clearance tetap dan tingkat proses kejahatan menurun 25 persen. 

"Tahun 2017 crime total 55 kasus, crime clereance 55 kasus dan clereance rate nya 100%. Sedangkan 2018 total kejahatan 73 kasus, crime clereance 55 kasus dan clereance rate 75 persen," pungkasnya. (Masrun)





Berita Terkait
Lihat Semua