Budaya Lisan Melayu Harus Kembali Digiatkan
27 Desember 2018
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul (kanan) dalam acara pidato kebudayaan di Gedung Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Rabu (26/12/2018). (Foto: IST/Humas Pemko Tanjungpinang)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, menekankan agar budaya lisan yang telah ada di Tanjungpinang harus kembali digalakkan.

Ini disampaikan Syahrul saat menyampaikan pidato kebudayaan yang disejalankan dengan penandatangananan MoU destinasi pariwisata antara Pemko Tanjungpinang dengan Kementerian Pariwisata serta penyerahan buku pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah Kota Tanjungpinang, buku sejarah dan cagar budaya Kota Tanjungpinang serta pemberian piagam penghargaan kepada penyumbang koleksi museum Kota Tanjungpinang di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Rabu (26/12/2018)

Menurut Syahrul, posisi Kota Tanjungpinang yang merupakan tapak Kerajaan Melayu Riau memiliki tradisi lisan yang sangat banyak. 

"PAda masa dahulu orang tua kita selalu bercerita tentang hikayat, fabel, tambo, dan beraneka dendang, syair, dan pantun. Semuanya itu harus dikembangkan jangan sampai punah," ungkap Syahrul, sebagaimana siaran pers Humas Pemko Tanjungpinang, Rabu.

Syahrul juga berharap dinas terkait harus mampu melihat keberadaan tradisi tersebut. Buku bacaan yang berisikan kisah-kisah lokal harus segera diangkat. Penulisan dan penerbitan buku cerita rakyat juga harus digalakkan. 

"Saat ini orang sibuk dengan literasi, padahal nenek moyang kita dahulunya telah menunjukkan kecintaan mereka pada dunia tulis menulis. Jangan sampai manuskrip itu hilang tak berbekas. Manuskrip adalah bukti otentik akan kejayaan masa lalu, melalui manuskrip itulah Kota Tanjungpinang akan mampu menjadi pusat kajian kebudayaan Melayu," paparnya.

Dalam bidang bahasa, Tanjungpinang telah lama dikenal bahkan disebutkan Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu Kepulauan Riau. 

"Semestinya dalam perkembangan bahasa Indonesia modern sekarang ini, kita orang Tanjungpinang harus dapat meningkatkan penggunaan kosa kata bahasa Melayu ke dalam bahasa Indonesia," lanjutnya.(Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua