AMIDA Upayakan Kemajuan Museum di Kepulauan Riau
27 Desember 2018
Ketua AMIDA KEPRI periode 2013-2018 Meitya Yulianty SS MT memberikan kata sambutan dalam Musda AMIDA Kepri digelar di Hotel Sampoerna Jaya, Rabu (26/12/2018). (Foto: Istimewa)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Asosiasi Museum Indonesia Daerah (AMIDA KEPRI), Rabu (26/12/2018) menggelar musyawarah daerah (Musda) 
pembentukan Pengurus.

Musda digelar di Hotel Sampurna Jaya Tanjungpinang dipimpin Ketua AMIDA KEPRI periode 2013-2018 Meitya Yulianty SS MT, dihadiri Pengurus Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Pusat  Drs Waluyono MM, serta perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri dan perwakilan Pemerintah Kota Tanjungpinang.


Dalam pembahasan dilaksanakan hingga sore itu, telah terbentuk kepengurusan AMIDA KEPRI periode 2018-2023: Meitya Yulianty SS MT sebagai ketua, Wan Rabdi S.Sos MM wakil ketua, Afitri Susanti S.Psi MM selaku sekretaris dan Marlina Novita A.Md sebagai bendahara. Pengurus bidang lainnya akan ditetapkan dalam musyawarah lebih lanjut.

Ketua AMIDA KEPRI periode 2013-2018 Meitya Yulianty SS MT dalam sambutannya menjelaskan, AMIDA Kepri sebelumnya bergabung dengan Propinsi Riau.

"Mengingat jarak tempuh yang jauh, membuat koordinasi antar museum menjadi  terhambat, sehingga pada periode selanjutnya AMIDA Kepri berdiri sendiri dengan mencangkup museum-museum yang ada di Propinsi Kepulauan Riau saja," paparnya.

AMIDA Kepri membawahi 6 museum yang ada, yakni : Museum kota Tanjungpinang Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Museum Linggam Cahaya Kabupaten Lingga (masing-masing dikelola pemerintah) dan Museum Sri Serindit Natuna, Museum Bahari Kabupaten Bintan, Museum Kandil Riau di Tanjungpinang, serta Museum eks Camp Pengungsian Vietnam di Pulau Galang Batam yang dikelola swasta atau LSM.

Dalam pelaksanaan tugasnya, AMIDA Kepri melibatkan staf dari Dinas Kebudayaan Kepri dan staf kebudayaan yang membawahi bidang permuseuman di tingkat kabupaten/kota.

"AMIDA Kepri akan bersinergi dengan berbagai pihak dan elemen masyarakat khususnya generasi muda untuk bersama memajukan permuseuman indonesia umumnya dan permuseuman daerah khususnya," ujar Meitya.

"Akselerasi penyebaran gagasan serta implementasi nilai-nilai luhur kultural bangsa dalam kehidupan kemasyarakatan," katanya lagi. 

Meitya berharap Musda AMIDA Kepri dapat memajukan ]perkembangan museum di Kepri dan dapat pula menjadi penggagas bagi kabupaten/kota yang ada di Propinsi Kepri ini untuk mendirikan museum di daerahnya masing-masing. 

"Karena tidak bisa dipungkiri, bahwa museum  adalah jantung dari sebuah kota/ daerah. Ia menyimpan segala bentuk sejarah budaya dari kota itu sendiri," ujar Meitya. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua