Surga Pantai Pulau Mapur
25 Desember 2018
Pantai Songseng, salah satu pantai yang ada di Pulau Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir, Bintan. Pantai di pulau ini menyimpan keindahan tersendiri. (Foto: Robbi Hafzan)
Keperawanan Pulau Mapur menjadikannya seperti gadis cantik dipingit, menebar keindahan layaknya surga tersembunyi.

Pewarta : Robbi Hafzan

Letih melalui perjalanan cukup panjang, hilang ketika kaki menapak di ujung hutan Pulau Mapur. Pasir putih terhampar memanjang, laut tenang membiru. Suasana hening. Tak ada hiruk pikuk kecuali suara debur ombak, pekik burung Rangkong, dan semilir angin menghempas daun.

  
Oleh masyarakat setempat, pantai ini dinamakan Songseng. Tak tau persis apa yang melatarbelakangi penamaan itu. Sampai di pantai ini harus melalui perjalanan relatif panjang: melewati jalan setapak di belantara hutan dengan lama tempuh 30 menit mengendarai sepeda motor.

Sungguh perjalanan menyenangkan sekaligus menantang. Jalur yang dilalui tak jarang mendaki, membuat sepeda motor sesekali oleng karena ban tergelincir di bebatuan atau akar pohon yang menyembul di permukaan tanah.

Namun lelah seketika sirna setibanya di ujung hutan. Pemandangan menyapa ramah, meninabobokkan Saya dalam keindahan.

*


Pulau Mapur Bintan Bisa disebut sebagai salah satu batas terluar Indonesia yang ada di kabupaten Bintan. Pulau ini berjarak  sekitar 20 mil laut dari  Kota Kijang,  berbatasan langsung dengan Laut cina Selatan. 

Tak jauh dari pulau ini, terdapat sebuah pulau dinamai Sentut, sebuah pulau kecil menjadi pertanda batas wilayah NKRI. Terdapat sebuah tugu atau patok batas wilayah di pulau tersebut. Saat peringatan Kemerdekaan RI, pulau kecil ini ramai oleh peringatan pengibaran Bendera Merah Putih.  

Pulau Mapur memiliki luas 44 Km2 dengan luas lautan sekitar 442 Km2. Mapur  masuk ke dalam wilayah administratif Kabupaten Bintan. 

Di pulau ini terdapat 200 kepala keluarga yang menghuni tiga desa: Desa Nandiang, Desa Bebak dan Kampung Tengah. Konsentrasi pemukiman terdapat di Desa Nandiang. Di sini terdapat fasilitas kesehatan, sekolah, masjid, dermaga, warung.


Dengan luas darat 442 km2, Pulau Mapur memiliki tujuh pantai indah. Yakni Pantai Belakang, Pangtai Pantang Larang, Pantai sonseng, Pantai Teluk Hantu, Pantai Bantut, Pantai Mister, Pantai Kepala Mapur. Selain keindahan pantainya, Mapur juga dikenal sebagian kalangan memilki alam bawah laut yang memesona.

Perairan Pulau Mapur merupakan perarian yang masih alami, menyimpan kekayaan bawah laut yang luar biasa, potensi perikanan yang berlimpah dan terumbu karang yang masih dalam keadaan baik. 

Warga setempat yang umumnya nelayan kerap bertemu wisatawa asing melakukan aktivitas menyelam, snorkeling, atau sekedar memancing. Di awal tahun 90an, di Mapur pernah berdiri sebuah resort bernama Batuta. Tapi resort itu kini sudah tidak beropeasi lagi.

Untuk sampai ke Pulau Mapur, ada KM Mapur Indah yang melayani pelayaran tiga seminggu: Selasa, Kamis dan Sabtu, dengan tarif Rp25 ribu perorang. Dari Pelabuhan Barek Motor kapal berangkat pukul 14.00. Sebaliknya, dari Pulau Mapur kapal berangkat pukul 07.00 WIB.

Jika Anda berminat melakukan perjalanan ke Pulau Mapur, menginap adalah pilihan pasti. Tak perlu khawatir soal penginapan. Ada rumah disewakan, dikelola LPSTK Perisai Mapur, Pokmas Mutiara Mapur dan Kube pengolahan produk perikanan yang dibina oleh Yayasan Ecology. Tarifnya antara Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per malam. 

Atau jika Anda ingin mengirit dana, Anda bisa mendirikan tenda di pantai. Untuk ini, tentu Anda dituntut membawa perbekalan yang cukup. Menggunakan jasa guide lokal dan menyewa sepeda motor adalah keharusan. Ini karena pantai-pantai yang ada di Pulau Mapur tidak mudah dicapai. Jarak tempuhnya pun beragam.

Tapi percayalah. Dibalik itu, pantai-pantai di Pulau Mapur akan memberikan petualangan serta pengalaman berharga.(*)




Berita Terkait
Lihat Semua