Bahaya Hoaks di Pemilu, Syahrul Minta AJI Tanjungpinang Tetap Mengedukasi Generasi Muda
15 Desember 2018
Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul bersama Asisten I Pemprov Kepri Raja Ariza, Komisioner Bawaslu dan KPU Kepri serta sejumlah pemateri workshop dan Talkshow Literasi Media AJI Tanjungpinang, Sabtu (15/12/2018). (Foto: Masrun)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Wali Kota Tanjungpinang Syahrul meminta Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang tetap eksis memberikan edukasi terhadap generasi muda melalui kegiatan literasi media (litermed) dalam bermedia sosial (medsos). 

Sehingga masyarakat Kota Tanjungpinang bebas dari berita-berita hoaks (bohong) di masa-masa mendatang dalam ber medsos baik melalui media Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp dan akun aplikasi lainnya. 

Apalagi saat ini rakyat Indonesia tengah menghadapi pesta demokrasi yakni Pileg dan Pilpres pada 17 April 2019 kedepan. Yang mana erat kaitannya dengan informasi yang tidak benar. 

"Oleh sebab itu Aliansi ini sangat dibutuhkan Pemilu tahun depan. Pemilu kali ini agak rumit jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ucap Syahrul saat membuka Litermed AJI Tanjungpinang di pelataran Mall Ramayana, Sabtu (15/12/2018). 

"Bagaimana Pemilu pemilu ini berjalan dengan baik dan sukses," sambungnya. 

Untuk itu Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat menggunakan handphone untuk hal-hal yang bermanfaat.

Sehingga warga khususnya generasi muda terhindar dari pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) nomor 11 tahun 2018.

"Gunakan HP anda untuk memilah maupun menshare berita-berita baik," terangnya. 

Syahrul kembali mengajak AJI Tanjungpinang untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mensosialisasikan berbagai program kerja kedepan. 

"Media sangat penting untuk menjadi corong pemerintah dalam mensosialisasikan program. Saya berharap AJI Tanjungpinang tetap solid dan selalu bersama-sama dengan pemerintah," imbuhnya. 

Ketua AJI Tanjungpinang, Jailani  dalam sambutannya menegaskan, kegiatan litermed bukan hanya sebatas acara seremoni belaka. Namun lebih kepada memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam memilih dan menerima informasi.

Apalagi kata Jailani, memasuki panggung politik 2019 maka AJI Tanjungpinang sepakat mengangkat tema kegiatan "Menangkal Bahaya Laten Hoax di Media" yang dirangkaikan dengan workshop dan talkshow. 

"Untuk itu mulai dari saat ini mari sama-sama kita melawan hoaks. Karena hoaks itu dapat merusak kehidupan bangsa," tegasnya. 

Seremoni pembukaan Literasi Media AJI Tanjungpinang ditandai dengan pemotongan tumpeng  oleh Ketua AJI Tanjungpinang Jailani yang didampingi Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, Asisten I Provinsi Kepri Raja Ariza, Kapolres Tanjungpinang AKP Ucok Lasdin Silalahi dan tamu undangan lainnya.

Usai membuka acara, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul beserta tamu undangan lainnya berkempatan meninjau satu persatu stand pameran peserta Literasi Media AJI Tanjungpinang. Total ada 12 stand yang memeriahkan kegiatan ini. 

Ketua Pelaksana Literasi Media AJI Tanjungpinang, Kurnia Syaifullah menyampaikan, kegiatan yang baru perdana digelar AJI Tanjungpinang ini melibatkan 25 media baik cetak, online, maupun elektronik. 

Selain itu, ada juga beberapa instansi dan organisasi seperti Polres Tanjungpinang, Bawaslu Provinsi Kepri, KPU Provinsi Kepri, Diskominfo Kota Tanjungpinang, Peradi, dan Karang Taruna Provinsi Kepri yang juga ikut meramaikan  kegiatan ini. Seluruh peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, mensosialisasikan beragam informasi yang berkaitan dengan bahaya hoax. 

Lebih lanjut ia menyampaikan, Literasi Media ini juga diisi dengan kegiatan workshop dan talk show. Panitia juga imbuhnya, memamerkan foto terbaik dari  jurnalis yang tergabung di AJI Tanjungpinang. 

"Ada juga hiburan musik akustik dan doorprize untuk pengunjung yang beruntung," pungkasnya. (Masrun)




Berita Terkait
Lihat Semua